SUARA.COM, KEBUMEN - Perlintasan kereta api di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah terkenal licin, terutama bagi pengendara sepeda motor. Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, Polsek dan Koramil Kutowinangun menambal cekungan di perlintasan kereta, Jumat (29/4/2022).
Hal ini terkait dengan arus lalu lintas yang semakin padat memasuki arus mudik di wilayah Kebumen.
Bagi warga setempat, kerawanan ini banyak diketahui. Namun bagi pemudik, bahaya ini bisa berujung insiden.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemudik, terutama kendaraan roda dua yang melintas perlintasan kereta api Kutowinangun.
Pertama posisi rel kereta api yang menyerong dari jalan utama. Posisi menyerong membuat rel licin, terutama saat kondisi basah.
Selain itu, ada cekungan yang berada di perlintasan kereta api. Cekungan ini sangat mungkin membuat pengendara sepeda motor terpeleset terutama saat jalan basah.
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, penambalan cekungan ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan bagi para pemudik.
"Sudah kita tutup cekungan di perlintasan kereta api Kutowinangun. Di daerah tersebut terkenal licin, apalagi jika jalan basah," kata Aiptu Catur.
Petugas menambal jalan menggunakan pasir krosok yang berada di sekitar palang pintu perlintasan kereta api. Dengan diuruk pasir, perlintasan tidak terlalu cekung sehingga aman dilalui.
Meski telah ditambal dengan pasir, pemudik atau pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan saat melintas di perlintasan kereta api Kutowinangun.
Berita Terkait
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Terjun dari Lantai 4: Satu PRT di Benhil Tewas, Dugaan Dikurung Majikan Masih Diselidiki Polisi
-
Detik-detik Penangkapan Komplotan Curanmor di Cikupa: Senpi Rakitan dan Peluru Tajam Disita
-
Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial