/
Senin, 02 Mei 2022 | 16:52 WIB
IG ustadzabdulsomadreal

SUARAPURWOKERTO. ID, Halal bihalal merupakan tradisi yang mengiringi Hari Kemenangan Idul Fitri di Indonesia.  


Halal bihalal biasanya ditandai dengan kegiatan berkumpul atau silaturahim bersama bersama keluarga, kerabat, hingga teman di momentum lebaran. Di situ muncul sikap saling memaafkan hingga kembali memererat hubungan.


Setiap umat Islam di Indonesia mungkin mengenal dan menjalankan tradisi ini, tapi belum tentu makna yang sebenarnya dari halal bihalal. 


Masyarakat awam sudah familiar terhadap istilah halal dengan pengertian diperbolehkan atau lawan dari kata haram, misal makanan halal. Tapi makna halal bihalal di tradisi Idul Fitri bukan itu yang dimaksud. 


Menurut Ustaz Abdul Somad (UAS), dalam kamus bahasa Arab, halal memiliki tiga makna. Yakni mengurai benang kusut, mencairkan yang beku, dan menyambung yang putus. 


Umat muslim yang bertemu dalam rangka halal bihalal berarti berusaha mengurai hubungan yang kusut, mencairkan hubungan yang beku, serta menyambung kembali tali silaturahim yang putus. 


Karenanya, tradisi itu selalu dibarengi dengan sikap saling memaafkan. 


"Mesti ada maaf dan memaafkan. Kalau tidak, yang kusut akan tetap kusut, yang beku akan tetap beku, " katanya


Karenanya tradisi halal bihalal sebaiknya dimanfaatkan betul oleh umat sebagai momentum untuk memperbaiki dan memperkuat ukhuwah di antara sesama umat Islam. 


Sikap memafkan juga cerminan dari sikap Rasulullah yang suka memberi maaf terhadap orang yang menyakitinya. 

Load More