PURWOKERTO.SUARA.COM – Isu konsorsium 303 yang menyeret beberapa nama jenderal terus bergulir. Indonesian Police Watch (IPW) telah mendesak Polri untuk segera mengungkap kasus perjudian, yang diduga juga menyeret sejumlah nama perwira tinggi (Pati) Korps Bhayangkara.
Pengungkapan kasus itu dirasa perlu, karena beredarnya draft skema konsorsium 303 yang berisikan banyak bisnis ilegal termasuk perjudian online, dengan Irjen Pol Ferdy Sambo muncul sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam flowchart-nya (diagram alir).
Hal tersebut disampaikan Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesia Police Watch (IPW) seperti dilansir Antara. Skema konsorsium 303 yang masih belum terbukti kebenaran dan sumber pastinya itu.
Mantan Kadiv Propam Polri itu dalam skema itu, bersama dengan kroninya disebut menerima setoran lebih dari Rp1,3 triliun dari bandar judi dan bos judi dari Batam, Jakarta dan sejumlah tempat lain.
“Saya dapat itu lebih lengkap, termasuk aliran dana, laporan keuangan, tempat-tempat perjudian di Jakarta dan sekitarnya, dan hasil sadapan komunikasi lewat telegram. Tugas Polisi membuktikan ini dengan jelas,” katanya.
Untuk diketahui, skema Konsorsium 303 tersebut mencuat setelah Irjen Pol Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua (Brigadir J) ajudannya, pada bulan Juli 2022 lalu. Setelahnya, marak terjadi pengungkapan kasus perjudian dan narkoba yang dilakukan oleh jajaran kepolisian.
Sugeng menambahkan jika banyaknya pengungkapan tersebut hanya sebuah langkah yang reaktif untuk membuktikan bahwa Polri anti judi dan tidak terlibat geng Ferdy Sambo (FS), julukan para anggota Polri yang masuk dalam konsorsium tersebut.
“Kalau hanya pengungkapan kroco-kroco saja, sementara bandarnya lepas saya rasa tidak ada yang istimewa. Ini hanya ingin menunjukkan kalau mereka tidak ingin dikaitkan dengan geng Sambo,” terang Sugeng.* (ANIK AS)
Baca Juga: Pantai Selatan Bali Diguncang Gempa, BMKG Perbarui Magnitudo Gempa dari 5,8 Menjadi 5,6
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap! Ini Orang yang Ancam Bunuh Brigadir Yosua
-
Hasil Otopsi Ulang Patahkan Spekulasi Brigadir J Disiksa Sebelum Dibunuh, Tidak Ada Luka Selain Tembak
-
Ramai Diperbincangkan, Mahfud MD Jawab Isu Konsorsium 303 di DPR
-
Mahfud MD Beri Kuliah ke Anggota DPR, Sebut Kasus Pembunuhan Brigadir J Bisa Jadi Dark Number Jika tak Ada yang Teriak
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL