/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesia Police Watch (IPW). ((Foto. Suara.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Isu konsorsium 303 yang menyeret beberapa nama jenderal terus bergulir. Indonesian Police Watch (IPW) telah mendesak Polri untuk segera mengungkap kasus perjudian, yang diduga juga menyeret sejumlah nama perwira tinggi (Pati) Korps Bhayangkara.

Pengungkapan kasus itu dirasa perlu, karena beredarnya draft skema konsorsium 303 yang berisikan banyak bisnis ilegal termasuk perjudian online, dengan Irjen Pol Ferdy Sambo muncul sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam flowchart-nya (diagram alir).

Hal tersebut disampaikan Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesia Police Watch (IPW) seperti dilansir Antara. Skema konsorsium 303 yang masih belum terbukti kebenaran dan sumber pastinya itu.

Mantan Kadiv Propam Polri itu dalam skema itu, bersama dengan kroninya disebut menerima setoran lebih dari Rp1,3 triliun dari bandar judi dan bos judi dari Batam, Jakarta dan sejumlah tempat lain.

“Saya dapat itu lebih lengkap, termasuk aliran dana, laporan keuangan, tempat-tempat perjudian di Jakarta dan sekitarnya, dan hasil sadapan komunikasi lewat telegram. Tugas Polisi membuktikan ini dengan jelas,” katanya.

Untuk diketahui, skema Konsorsium 303 tersebut mencuat setelah Irjen Pol Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua (Brigadir J) ajudannya, pada bulan Juli 2022 lalu. Setelahnya, marak terjadi pengungkapan kasus perjudian dan narkoba yang dilakukan oleh jajaran kepolisian.

Sugeng menambahkan jika banyaknya pengungkapan tersebut hanya sebuah langkah yang reaktif untuk membuktikan bahwa Polri anti judi dan tidak terlibat geng Ferdy Sambo (FS), julukan para anggota Polri yang masuk dalam konsorsium tersebut.

“Kalau hanya pengungkapan kroco-kroco saja, sementara bandarnya lepas saya rasa tidak ada yang istimewa. Ini hanya ingin menunjukkan kalau mereka tidak ingin dikaitkan dengan geng Sambo,” terang Sugeng.* (ANIK AS)

Baca Juga: Pantai Selatan Bali Diguncang Gempa, BMKG Perbarui Magnitudo Gempa dari 5,8 Menjadi 5,6

Load More