PURWOKERTO.SUARA.COM, PURWOKERTO - Memperingati sembilan tahun hari jadi Sedulur Pantomim Purwokerto, komunitas seni pantomim Purwokerto ini menggelar pementasan bertajuk Pekan Raya Pantomim di GSC UIN Saizu, Minggu 25 September 2022.
Namun penyelenggara Pekan Raya Pantomim ini terkejut setelah Pemkab Banyumas menarik pajak dari tiketing event ini.
Fahmi Vidi Alamsyah, koordinator Pekan Raya Pantomim sekaligus pendiri Sedulur Pantomim Purwokerto mengaku terkejut ketika menerima pesan dari petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Banyumas.
Ia menuturkan petugas itu mengklarifikasi event Pekan Raya Pantomim tersebut apakah komersil atau sebaliknya. Mereka menanyakan apakah ada penjualan tiket dari event ini.
Fahmi sempat bingung karena ini kali pertama mendapat pesan dari Bapenda Banyumas ketika menggelar pementasan. Selama ini ia tak pernah sekalipun dimintai pajak.
"Pajaknya 10 persen dari total penjualan tiket," katanya ketika dihubungi Suara Purwokerto.
Ia bingung karena penjualan tiket bukan untuk mencari laba, namun untuk biaya operasional. Terlebih, ia belum tahu berapa tiket yang akan terjual dan tak semua pengunjung membeli tiket karena ada juga tamu undangan.
"Ini kan acara nonprofit, untuk operasional saja harus patungan, jualan kaos," ujarnya.
Rokhmat, Panitia Pekan Raya Pantomim, juga tak mengira akan diminta membayar pajak atas tiket yang dijual dari event ini. Hal ini menurutnya baru kali ini mereka alami.
Baca Juga: Yang Begini Susah Viral, Hafiz Asal Langkat Zahran Auzan Juara 2 MTQ Internasional di Arab Saudi
"Kita kan berkesenian, bukannya didukung pemerintah malah dimintai bayar pajak," ujar dia.
Meski demikian, Pekan Raya Pantomim akan tetap berjalan. Ia mengaku telah mempersiapkan event ini jauh hari dan akan berjalan sesuai dengan rencana.
"Tetep jalan, kami kan sudah persiapan," ujanya.
Event ini rencananya akan diisi workshop dan pementasan pantomim. Workshop digelar pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sementara pentas Pantomim digelar pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Penyelenggara terkejut ketika Pemkab Banyumas melalui Badan Pendapatan Daerah memungut pajak dari event tersebut.
"Operator kami akan mencari tahu, klarifikasi, apakah event ini membayar atau patungan (iuran)," ujar Kepala Badan Banyumas, Eko Prijanto dikutip dari Suaramerdeka.com.
Berita Terkait
-
Sedulur Pantomim Purwokerto Kaget Ditagih Pajak Penjualan Tiket Jelang Pentas Pekan Raya Pantomim
-
Rutan Banyumas Gagalkan Penyeludupan Obat Psikotropika, Begini Modusnya
-
Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Banyumas Ditangkap Polisi
-
Tega! Anak Disabilitas Mental di Banyumas Jadi Sasaran Pemerkosaan 9 Orang Tetangganya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Kemungkinan Disalip Borneo FC di Depan Mata, Bojan Hodak Soroti Mandulnya Lini Depan
-
Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
Siapa Pemilik Green SM Indonesia? Taksi Listrik yang Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Silent Book Club Jakarta: Cara Baru Menuntaskan Buku di Tengah Keramaian
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas 120Hz dan Snapdragon 6s Gen 2, Harga Mulai 3 Jutaan!
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia