PURWOKERTO.SUARA.COM – Kelanjutan kasus Kanjuruhan sudah menemui titi terang lantaran persidangan perdana para tersangka tragedi tersebut bakal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Senin (16/1/2023) pekan depan.
Untuk menjamin pelaksanaan sidang itu aman, Polrestabes Surabaya pun telah menyiagakan 800 personel untuk mengawal jalannya sidang.
AKBP Toni Kasmiri Kabag Ops Polrestabes Surabaya mengatakan, terjadinya dinamika saat sidang berlangsung dikhawatirkan bisa membuat FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Seperti diketahui, salah satu stadion yang dipakai dalam gelaran Piala Dunia U-20 bulan Mei mendatang itu adalah Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Karenanya, Toni mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga Kamtibmas di Surabaya.
“Tolong sukseskan Pildun U20 2023, ini dampaknya sangat luas, implikasi sangat luas, apabila sidang ini menganggu situasi keamanan bisa-bisa dari FIFA mencabut Indonesia tidak jadi tuan rumah,” kata Toni dikutip Antara, Rabu (11/1/2023).
Sementara itu terkait persiapan sidang di PN Surabaya, Toni mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat skema terkait pengamanan. Pertama pengamanan sidang terbuka, sidang hybrid, sidang online dan sidang kontinjensi.
“Apabila di lapangan ada perkembangan dinamika, kita akan ploting 1.800 personel di lapangan,” ujar Toni.
Ia mengenaskan, pihaknya mengimbau Aremania agar tidak datang di tengah persidangan di PN Surabaya. Hal ini untuk menjaga situasi keamanan di Kota Pahlawan.
Pun pihak kepolisian juga melarang adanya aksi di PN Surabaya dari pihak manapun. Nantinya polisi akan melakukan blokade Aremania yang hendak masuk ke Surabaya.
Baca Juga: Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Rehan dan Lisa Maju ke Babak Kedua Malaysia Open 2023
“Kami mengimbau teman-teman baik Aremania maupun Bonek untuk tidak hadir ataupun untuk melakukan unjuk rasa,” imbau Toni.
Sementara itu Husain Ghozali perwakilan dari suporter Persebaya mengatakan kalau pihak Bonek tidak akan menggelar aksi di PN Surabaya saat sidang berlangsung.
“Enggak (tidak aksi) kita menghargai proses hukum. Kita percayakan pada pihak keamanan dan kita percaya sama teman-teman,” ujarnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret