PURWOKERTO.SUARA.COM- Pertumpahan darah tahun 1996 terkait partai PDI (Partai Demokrasi Indonesia) merupakan salah satu peristiwa tragis yang mengguncang Indonesia.
Peristiwa ini dikenal sebagai Kuda Tuli yang terkait dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto.
Konflik ini mencatatkan babak kelam dalam sejarah politik Indonesia dan menandai pecahnya persatuan dalam partai tersebut.
Pada tahun 1996, Indonesia berada di tengah-tengah suasana politik yang panas jelang pemilihan umum (pemilu).
Partai-partai politik bersaing ketat untuk merebut kekuasaan. Di tengah situasi ini, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menjadi saksi bagi pecahnya persatuan internalnya.
PDI merupakan partai yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan politik Indonesia. Partai ini didirikan pada 10 Januari 1973 oleh Megawati Soekarnoputri, putri dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Salah satu partai oposisi terhadap rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Namun, pada masa itu, PDI diberikan peluang oleh penguasa untuk ikut serta dalam politik dengan syarat patuh pada aturan yang ditetapkan oleh penguasa.
Peristiwa Pertumpahan Darah 1996
Pada tanggal 27 Juli 1996, pertumpahan darah terjadi di gedung PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta.
Baca Juga: Melihat Ada yang Tidak Beres, Deklarator Projo se-Pulau Jawa Nyatakan Dukung Ganjar di Pilpres 2024
Saat itu, ada dua kubu yang berseteru di dalam partai, yaitu kelompok yang mendukung Megawati Soekarnoputri (yang waktu itu menjabat sebagai ketua umum PDI) dan kelompok yang mendukung Soerjadi, seorang politisi yang diangkat oleh penguasa Orde Baru sebagai ketua umum baru PDI melalui kongres yang kontroversial.
Konflik ini semakin memuncak ketika Megawati, yang saat itu telah menjabat sebagai ketua umum PDI selama dua periode sejak 1993, dicopot dari jabatannya melalui kongres luar biasa yang dinilai curang.
Hasilnya, Soerjadi diangkat sebagai ketua umum baru, yang kemudian diakui oleh penguasa Orde Baru.
Puncak pertumpahan darah terjadi ketika pasukan keamanan dikerahkan oleh penguasa Orde Baru untuk membubarkan demonstrasi yang berlangsung di gedung PDI.
Bentrokan antara pasukan keamanan dengan para pendukung Megawati menyebabkan terjadinya kerusuhan dan aksi kekerasan. Tidak sedikit korban tewas dan luka-luka akibat insiden tersebut.
Peristiwa pertumpahan darah tahun 1996 mengakibatkan dampak yang sangat besar dalam politik Indonesia. Berikut adalah beberapa akibat yang ditimbulkannya:
Berita Terkait
-
Korupsi Terjadi di Pusat Hinaga Daerah, Pakar Hukum: Aspirasi Harus Lebih Didengar
-
Kecurangannya Dibongkar Mahfud MD, Ini Perbedaan Pemilu Zaman Orde Baru dan Sekarang
-
25 Tahun Lengsernya Orba, Aktivis 98: Negara Belum Sepenuhnya Penuhi Tuntutan Reformasi
-
Belajar dari Orba, Aktivis Singgung Karir Politik Jokowi
-
Jepang Nan Jauh di Mata, Pulau Buru Terkenang Sepanjang Hayat
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah
-
Sukses Bersama BRI, BRILink Agen Kursumawati Konsisten Layani Warga Sampai Menangkan Grand Prize
-
5 Varian Sheet Mask Becoming B5 dengan Kandungan Panthenol, Bikin Wajah Auto Glowing dan Kenyal
-
Bisakah Sampah Plastik Diubah Menjadi Hidrogen? Peneliti Kembangkan Metode Tanpa Perlu Pemilahan
-
Sunscreen Matte Finish Cocok untuk Kulit Apa? Ini 3 Pilihan yang Banyak Dipuji Pengguna
-
Beli Properti Kini Lebih Mudah Berkat Skema Bunga Fleksibel BRI KPR Solusi
-
BRILink Agen Jadi Motor Literasi Keuangan, Kisah Inspiratif Kursumawati Bersama BRI
-
KPK Belum Tutup Pintu, Dugaan Keterlibatan Raja Juli di Kasus Kuansing Masih Didalami
-
Standar Ganda Idol K-Pop : Kenapa Idol Laki-Laki Lebih Mudah Dimaafkan?
-
Telkomsel Hadirkan Halo Optima, Nikmati Kuota Hingga 300 GB dan Beragam Hiburan Premium