/
Sabtu, 02 September 2023 | 20:47 WIB
Ilustrasi pabrik gula terbesar di Karisidenan Banyumas yang Berdiri sejak tahun 1839. ((Foto. Unsplash.com - Valentin Balan))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kabupaten Banyumas bagi pecinta bangunan tua tidak lengkap tanpa singgah di Jalan Raya Sokaraja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah berjarak 10,2 Km dari Kota Purwokerto.

Di sana terdapat bangunan peninggalan kolonial yang dulunya merupakan pabrik di era pendudukan Belanda di Hindia-Belanda. Meskipun saat ini terbengkalai jadi saksi bisu, bangunan ini pernah memiliki masa keemasan di era kejayaannya.

Dikutip dari Kanal YouTube Love Purwokerto pada Sabtu 02 September 2023, bangunan ini bernama Suikerfabriek Kalibagor atau masyarakat kini mengenalnya Bekas Pabrik Gula Kalibagor. Bisa dibilang bangunanini adalah monumen bersejarah yang menggambarkan kejayaan industri daerah Kalibagor.

Sebab kala itu pusat industri yang ramai bukan di Kota Purwokerto seperti saat ini, melainkan di daerah Kalibagor. Bahkan pabrik gula ini adalah salah satu pabrik gula pertama yang dibangun di bekas Karesidenan Banyumas pada tahun 1839.  

Pabrik Gula Kalibagor didirikan oleh Sir Edward Cooke pada tahun 1839. Sebelum berdirinya pabrik ini, telah ada upaya untuk membangun perkebunan tebu di Kalibagor. Pabrik gula ini bahkan menjadi yang tertua di Eks Karesidenan Banyumas.

Menariknya meski jadi yang tertua, masa beroperasionalnya justru yang terlama dibandingkan dengan pabrik gula lainnya di daerah ini.  Sebut saja suksesornya seperti Pabrik Gula Bodjong, Klampok, Poerwokerto dan Kaliredjo yang umurnya tidak selama Pabrik Gula Kalibagor.

Sayangnya, setelah lebih dari satu setengah abad beroperasi meski sempat buka tutup, Pabrik Gula Kalibagor harus ditutup permanen pada sekitar tahun 1996-1997. Penutupan ini terjadi selama masa peralihan antara Orde Baru dan Era Reformasi di Indonesia hingga terjadi penjarahan. 

Sejak saat itu, bangunan megah ini dibiarkan terbengkalai dan perlahan-lahan menyatu dengan lanskap sekitarnya dan mangkrak. Saat kalian mengunjungi bekas Pabrik Gula Kalibagor, pengunjung akan melihat sisa-sisa kemegahan bangunannya yang tak bisa terlupakan di masanya.

Bangunan yang mengesankan dengan arsitektur kolonial, pilar-pilarnya masih berdiri kokoh, meskipun telah lama tidak digunakan. Lingkungan sekitarnya yang pernah ramai dengan aktivitas perkebunan dan industri sekarang telah menjadi tempat yang sepi terbengkalai.

Baca Juga: Jalan di Banjarnegara Ini Bak Lukisan Anak SD, Membelah Sawah dengan Latar Gunung Berawan

Padahal Bekas Pabrik Gula Kalibagor memiliki potensi besar sebagai warisan bersejarah yang dapat dikenal oleh generasi mendatang. Pemerintah setempat dapat bekerja sama untuk memulihkan dan menjaga bangunan ini agar bisa menjadi bangunan cagar budaya.

Sebab Bekas Pabrik Gula Kalibagor bak jendela ke masa lalu yang dapat memberikan wawasan tentang sejarah perkebunan tebu dan industri gula yang pernah makmur di Banyumas. Tentu dengan upaya serius bangunan ini bisa menjadi daya tarik wisata bersejarah yang menarik.***

Load More