Suara.com - Dalam ajaran Islam, utang puasa wajib dibayarkan jika seseorang meninggalkan puasa karena alasan tertentu. Islam memberikan dua cara untuk membayarnya, yaitu mengqadha puasa atau membayar fidyah.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, diwajibkan menggantinya di hari lain atau membayar fidyah.
Mengutip ulasan website resmi Muhammadiyah, jika seseorang telah lanjut usia (lansia) dan tidak lagi mampu menjalankan puasa, maka Islam memberikan keringanan dengan membayar fidyah.
Pembayaran fidyah dilakukan dengan memberikan makan kepada fakir miskin sebanyak hari puasa yang ditinggalkan.
Dalam hal ini, anak tidak diwajibkan untuk mengqadha puasa orangtua yang masih hidup. Sebab, tanggung jawab ibadah tetap menjadi kewajiban individu masing-masing.
Oleh karena itu, bagi orangtua yang tidak bisa berpuasa dan tidak mampu mengqadhanya, maka membayar fidyah adalah solusinya.
Mengqadha Puasa Orang Tua yang Telah Meninggal
Jika orang tua telah meninggal dan masih memiliki utang puasa, maka Islam memberikan kesempatan bagi ahli waris untuk menggantikan puasa tersebut. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa jika seseorang meninggal dalam keadaan masih memiliki utang puasa, maka keluarganya dapat mengqadha puasa untuknya.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang laki-laki mengenai ibunya yang meninggal dunia dalam keadaan masih memiliki utang puasa.
Nabi Muhammad SAW menjawab bahwa utang kepada Allah SWT lebih berhak untuk ditunaikan, sebagaimana utang kepada manusia harus dilunasi. Oleh karena itu, ahli waris dianjurkan untuk menggantikan puasa orangtua yang telah meninggal.
Dari dalil-dalil tersebut, Islam memberikan solusi berbeda untuk pembayaran utang puasa orangtua. Jika masih hidup dan tidak mampu berpuasa, maka fidyah menjadi penggantinya. Namun, jika telah meninggal dan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli waris dapat menggantikannya dengan mengqadha puasa.
Berita Terkait
-
Hukum Menggabungkan Puasa Asyura dan Qadha Ramadan, Boleh atau Tidak?
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Puasa Qadha Ramadan
-
Ramadan Tiba tapi Belum Ganti Utang Puasa, Gimana Hukumnya? Ini yang Harus Dilakukan
-
Apakah Boleh Bayar Utang Puasa Ramadan setelah Nisfu Syaban? Simak Penjelasannya
-
Bulan Syaban 2026 Sampai Tanggal Berapa? Jadi Batas Akhir Bayar Utang Puasa
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat
-
Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras
-
Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup