Selebtek.suara.com - Sejak komentarnya soal rendang babi, banyak yang berkomentar miring terhadap Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Bahkan ada menyindir dengan cara bertanya jika ada anjing bernama 'Gus Miftah' apakah dirinya akan senang.
Pria berusia 40 tahun itu pun menjawab dengan santai lewat akun Instagramnya @gusmiftah beberapa hari lalu. Di sana ia juga mengunggah screenshot artikel berita media online dengan judul "Sindir Gus Miftah soal Rendang Babi, Warganet: Kalau Ada Anjing Bernama Gus Miftah Senang?!".
Ia mengaku tidak marah dan tidak ambil pusing jika ada seekor anjing bernama 'Gus Miftah'.
"Ya gpp (nggak apa-apa) to...monggo aja. Kenapa harus baper? Monggo monggo aja," tulisnya, dilihat SuaraSumut.id, Rabu (22/6/2022).
Meski legowo, Gus Miftah menyampaikan rasa kasihannya terhadap anjing.
"Cuma kasihan anjingnya yak, nggak ada salah kok dibawa-bawa," tulisnya.
Ia juga menjelaskan kalau anjing itu adalah hewan yang setia. Bahkan kesetiannya itu bisa dibandingkan dengan manusia.
"Berikanlah makan anjing 3 hari, maka dia akan mengingatmu 3 tahun, dan berikanlah makan kepada manusia 3 tahun maka dia akan melupakanmu dalam 3 hari," katanya.
Unggahannya ini pun mendapatkan komentar dari warganet. Banyak yang memuji sikap tenang dan sabarnya Gus Miftah menghadapi berbagai hujatan yang dirasa begitu menyejukkan.
"Masya Allah abah, begitu sabarnya dihina dicaci tapi tetap sabar, tidak marah sedikitpun. Sehat selalu Abah yai kami semua. Mugi2 (semoga) Allah membukakan pintu maaf dan hidayah bagi mereka yang menghina," tulis warganet.
Tapi ada juga warganet yang berkomentar nyinyir terhadapnya.
"Sok paling bener, si paling nasionalis dan paling toleransi," cecar warganet.
Bahkan ada warganet yang membandingkan Gus Miftah dengan ustaz Adi Hidayat (UAH) yang berbeda pandangan menyikapi polemik rendang babi.
"Lihat postingan UAH tentang masalah ini, mungkin kalian jadi paham yang sebenarnya," tulis warganet. (*)
Berita Terkait
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
-
Pidato Berbahasa Arab Rais Aam PBNU pada Penutupan Munas-Konbes NU Jadi Sorotan
-
Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Melawan Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Resmi Serahkan Memori Banding
-
Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia
-
5 Tisu Pembersih Badan: Solusi Cepat Tetap Segar Seharian Tanpa Harus Mandi
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
Momen Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan
-
Review Jujur The Prodigy: Saat Kejeniusan Berubah Menjadi Senjata Mematikan
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos
-
Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!
-
Review Color Book: Meramu Duka Menjadi Perjalanan Cinta yang Begitu Tulus
-
Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Transparan, BPJS Kesehatan Bersinergi dengan KPK