/
Kamis, 21 Juli 2022 | 07:49 WIB
Logo Meta (suara.com)

Selebtek.suara.com - Induk perusahaan Facebook, Meta saat ini tengah tersandung kasus sengketa merek dagang karena gugatan dari perusahaan seni digital yang memiliki nama sama. Meta.is mengatakan bahwa gugatan tersebut karena pelanggaran merek dagang.

Selain itu, Meta.is digital ini menuduh induk Facebook tersebut mengubah nama dengan melanggar merek perusahaan yang sudah dibangun. Perusahaan seni digital tersebut mengungkapkan hal ini melalui laman pribadinya.

“Pada tanggal 28 Oktober 2021, Facebook menyita tanda dan nama Meta kami, yang kami curahkan dengan darah, keringat, dan air mata selama dari dua belas tahun,” tulis Meta.is.

Perusahaan seni digital tersebut ternyata sudah berdiri sejak 2010 lalu. Meta.is mengklaim bahwa induk Facebook mengambil identitasnya tanpa meminta izin atau menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu.

Meta.is merupakan perusahaan seni yang didirikan oleh Founder dan EO Justin “JB” Bolognino.

“Hari ini, setelah delapan bulan mencoba bernegosiasi dengan Faecbook dengan itikad baik tetapi tidak berhasil, kami tidak punya pilihan lain selain mengajukan gugatan terhadap mereka,” ujar Meta.is mengatasnamakan Nick Sciorra dan Justin Bolognino.

Pada pernyataan juga menyatakan Facebook telah melanggar merek dagang yang telah terdaftar federal META dan terlibat persaingan yang tidak sehat. Menurut Meta.is, kasus yang dialami oleh META Facebook juga berdampak pada perusahaannya.

Meta.is juga mengungkapkan bahwa mereka sudah tidak lagi menyediakan jasa maupun barang menggunakan merek Meta. Hal ini karena banyak konsumen yang keliru membedakan barang serta jasa dari Meta.is maupun META Facebook.

Perusahaan seni digital tersebut juga mengadakan kampanye bersama produser, teknologi, dan kreator ternama. Pada kampanye tersebut perusahaan ini juga menggunakan tagar #therealmeta. Sementara dari pihak Meta Facebook belum memberikan tanggapan resmi mengenai gugatan tersebut.

Baca Juga: Tumor Testis, Kenali Penyebab dan Gejalanya untuk Penanganan Dini

Pihak Meta Facebook malah mengumumkan penurunan jumlah karyawan engineer hingga 30 persen. Mark Zuckerberg selaku CEO perusahaan tersebut juga memberi peringatan kepada karyawannya mengenai krisis ekonomi.

Berdasarkan pengumuman tersebut diketahui bahwa Facebook memangkas lowongan kerja yang sedang dibuka. Sang CEO juga mengungkapkan jika karyawan yang tidak memiliki peningkatan kerja harus dikeluarkan. (cc)

Load More