Selebtek.suara.com - Sosok Suliwati, nenek berusia 75 tahun tengah viral di media sosial karena kondisinya yang sangat memprihatinkan.
Selama 15 tahun, ia tinggal seorang diri dalam rumah yang penuh dengan tumpukan sampah hingga menjadi sarang belatung dan tikus.
Melansir akun YouTube Manise TV, Suliwati telah tinggal di rumah tersebut selama 15 tahun tanpa listrik dan air bersih.
Menurut warga sekitar, adik kandung Suliwati, ketua RT dan warga sempat membersihkan rumah tersebut namun sampah kembali dikumpulkan oleh Suliwati.
"Saya juga sama RT pernah ngangkat sampah, udah berapa kali gak kehitung. Hari ini dibersihin besoknya udah numpuk lagi, " ujar salah satu warga.
"Baru bulan kemarin kok, sebelum puasa (angkat sampah) tapi yang diluarnya doang. Kalau yang di dalamnya itu waktu keponakannya nikah, sama kakaknya yang di Kalimantan. Diangkat semua, bersih sama sekali. Eh dibikin lagi, diulang lagi," sambungnya.
Warga sekitar tidak berani menyapa Suliwati karena terkenal galak dan kerap membawa barang yang membahayakan.
Menurut warga, salah satu hal yang membuat emosi Suliwati gampang meledak karena depresi akibat suaminya meninggal dan diusir dari rumah oleh anak-anaknya.
Suliwati diduga alami hoarding disorder, salah satu gangguan kejiwaan.
Baca Juga: Diduga Dipicu Gas LPG Bocor, Kios Ayam Geprek di Manggarai Hangus Terbakar
Apa itu Hoarding Disorder
Mengutip Purwokerto.suara.com, hoarding disorder adalah salah satu bentuk dari obsessive compulsive disorder (OCD) yaitu suatu perilaku yang ditandai dengan kecemasan yang berlebih karena keinginan untuk menyimpan barang yang sudah dipakai lagi.
Orang yang mengalami hoarding disorder biasanya merasa takut apabila membuang barang tersebut di suatu saat nanti barang itu diperlukan atau dibutuhkan lagi.
Perlu diperhatikan pula kalau hoarding disorder merupakan sebuah gangguan mental sehingga perlu penanganan yang khusus. Sehingga tidak bisa dinamakan dengan perilaku malas.
Karena jika orang yang mengalami perilaku seperti ini tidak mendapatkan penanganan segera pengidapnya akan semakin menutup diri dari lingkungan sosial, gangguan stress hingga gangguan cemas.
Kekinian, rumah Suliwati telah dibersihkan dari sampah oleh komunitas kreator peduli yang bekerja sama dengan pemadam kebakaran (Damkar).
Suliwati pun telah dibawa oleh Dinas Sosial ke rumah sakit jiwa (RSJ) untuk mendapat perawatan.(*)
Berita Terkait
-
Potret Rumah Sampah Nenek Suliwati yang Sudah Bersih: Damkar Semprot Pakai Desinfektan
-
Memprihatinkan, Nenek Suliwati Belasan Tahun Tinggal di Rumah Sampah Penuh Belatung dan Tikus Tanpa Listrik dan Air Bersih
-
Viral, Nenek Suliwati Puluhan Tahun Tinggal Sebatang Kara Dalam Rumah Penuh Sampah
-
Syuting di Tengah Gunungan Sampah, Begini Perjuangan Andien di Film Surga Di Bawah Langit
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?
-
Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman
-
Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya