/
Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:48 WIB
Kisah Sanjoto supir Bung Karno di Semarang saat perang kemerdekaan. (Dok Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Inilah kisah dari pejuang veteran perang kemerdekaan Sanjoto, sopir Bung Karno saat di Semarang.

Sanjoto adalah pejuang veteran, kini berusia 102 tahun, ia pernah jadi supir Bung Karno saat rapat kemerdekaan di Kota Semarang.

Sanjoto kini tergabung dalam LVRI Jawa tengah. Menceritakan dengan ingatan yang kuat masa perjuangan.

Di usia senjanya, Sanjoto masih ingat bagaimana masa muda dia ikut dalam perang kemerdekaan di Kota Semarang dan sekitarnya.

Sanjoto menjelaskan bagaimana ia saat itu masih dalam usia cukup muda, memberanikan diri ikut perang melawan penjajah Belanda.

Ada kisah bangga sekaligus pilu ketika dia mengingat dan menceritakan kembali saksi hebatnya para pejuang kemerdekaan.

Ia mengaku sedih, mengingat momen telah dikhianati oleh teman sendiri yang ternyata mata-mata dalam kelompoknya.

Betapa dia masih ingat betul, kala itu Mranggen (Demak) dalam keadaan genting akan menghadapi perang dengan Bangsa Belanda.

Dia berpikir sudah ada gencatan senjata, nyatanya pihak Belanda mengirimkan mata-mata dalam kelompoknya.

Baca Juga: Di Bali DJ Alan Walker Kibarkan Bendera Merah Putih

Ia melihat rumah penduduk dibakar, granat meledak dimana-mana, bahkan gudang senjata di bom.

“Saya berfikir saat itu musuh mulai melakukan gencatan senjata. Tapi saat kita melihat dilokasi ternyata gudang senjata sudah terbakar," saat Napak Tilas di Hotel Gets Semarang, memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 77

"Pasti salah satunya ada mata-mata yang menyelinap dalam kelompok kami," ceritanya kembali.

Sanjoto muda saat itu harus mengungsi ke Demak. Sebab kota Semarang dalam keadaan kacau.

Rumah orang tuanya yang berada di Semarang sudah di bakar. Dia memutuskan ikut perang.

”Saya ke Demak untuk ngungsi, karena waktu itu Semarang kacau. Begitu saya tahu rumah bapak saya dibakar oleh Belanda, akhirnya saya memutuskan masuk perjuangan," terangnya.

Load More