/
Rabu, 09 November 2022 | 16:52 WIB
Mobil warga Perumahan Wahyu Utomo terseret banjir. (Instagram @prastwd)

SUARA SEMARANG - Kawasan perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Semarang diterjang banjir air dan lumpur pada Minggu (6/11/2022) akibat limpasan air Kali Beringin.

Sejumlah evaluasi dilakukan mengapa kejadian kedua kakinya sejak 2016 lalu kembali terulang para kawasan Wahyu Utomo.

Korban tercatat ada 70 keluarga lebih terdampak kejadian tersebut, delapan mobil dan belasan sepeda motor juga terseret arus banjir.

Sedangkan ada tiga rumah di RT 7 RW 6 Perumahan Wahyu Utomo rusak berat diterjang air bah.

Banjir Yang Menyapu Wahyu Utomo Ngaliyan juga viral di media sosial. Bahkan tampak mobil milik warga dari jenis HRV, CRV, Jazz hingga Pajero terseret ratusan meter jauh keluar pemukiman.

Evaluasi dugaan penyebab terjadinya banjir menerjang Wahyu Utomo kemudian dibeberkan beberapa pihak termasuk DPRD Kota Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman menerima laporan masyarakat jika penyebab banjir yang menerjang kawanan Perumahan Wahyu Utomo karena proyek Kawasan Industri Candi dan sekitarnya.

Kawasan Industri Candi berlokasi di seberang Perumahan Wahyu Utomo yang hanya dipisahkan oleh jalan dan kompleks niaga ruko.

Kadar Lusman akan mendalami laporan warga sebab bisa kemungkinan telah terjadi pengalihfungsian lahan terbuka hijau.

Baca Juga: Ada Grup WA PRT "Anak Buah Sambo", Susi Ngga Diajak

Jika benar laporan tersebut, ia ingin ada langkah tegas Pemkot Semarang menindak para kontraktor yang menyalahi aturan.

"Wajib tegas jangan sampai masyarakat menjadi korban kembali," katanya, Rabu (9/11/2022).

Pilus, sapaan akrabnya juga meminta adanya pendataan sejumlah bangunan di sekitar DAS Beringin apakah ada yang menyalahi aturan.

"Pendataan juga harus dilakukan, baik bangunan hingga pemanfaatan lahan di DAS Beringin, jika ada yang tidak mematuhi aturan kami sarankan langsung berikan peringatan keras," katanya.

Ia menyebutkan, bahwa ada aturan 40 persen lahan terbuka hijau dalam pembangunan kawasan hingga sistem drainase di wilayah tersebut dikatakanya juga harus dievaluasi ulang.

Sementara itu, terkait normalisasi DAS Beringin memang menjadi bagian prioritas untuk dilakukan mendesak. Meski demikian,   hal itu bukan kunci pencegah bencana banjir jika pengawasan ketat tidak dilakukan.

Load More