/
Senin, 07 November 2022 | 12:56 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bersama para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan di sekolah partai Lenteng Agung. (Antara)

Nama Ganjar Pranowo memang salah satu nama yang paling digadang-gadang sebagai kandidat calon presiden pada gelaran Pilpres 2024 mendatang. Namun, nasibnya tampaknya masih “digantung” oleh PDIP dan Megawati Soekarnoputri. 

Apalagi, internal PDIP juga santer mencalonkan Ketua DPR RI, Puan Maharani sebagai calon presiden. Tentu, jika itu terjadi, peluang Ganjar mencalonkan diri sebagai capres dengan dukungan PDIP akan langsung sirna.

Dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Ganjar juga disebut-sebut berpotensi diikutsertakan pihak lain jika dia dikeluarkan dari PDIP. Hal itu disampaikan oleh pengamat komunikasi dan pengamat politik Jamiluddin Ritonga.

Menurut dia, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) antara lain PPP dan PAN tampaknya siap menerima Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dan wakil presiden. Tanda-tanda itu, kata Jamiluddin, terlihat dalam Muswil PPP dan PAN, yang mana memunculkan nama Ganjar sebagai calon presiden terkuat. 

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa partai bahkan mencalonkan Ganjar sebagai capres yang mengatasnamakan partai tersebut.

"Bahkan ada pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan DPC PPP Jakarta Pusat yang telah mendeklarasikan Ganjar sebagai capres," ungkap Jamiluddin pada Sabtu (5/11/2022).

DPW PPP Provinsi Maluku mengusulkan dua nama calon presiden (capres) yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Rasyid Baswedan. (sumber: suara.com)

Padahal, DPC PPP Jakarta Pusat telah menyatakan tidak mengetahui adanya pernyataan deklarasi yang mengatasnamakan partainya.

Situasi ini dilihat Jamiluddin sebagai tanda sinyal kuat dukungan PPP dan PAN untuk Ganjar.

"Jadi ada indikasi mobilisasi dari bawah untuk menggiring kader PPP dan PAN untuk mendukung Ganjar", kata Jamiluddin.

Baca Juga: 'Masih Tergeletak Berlumuran Darah', Kesaksian Mengejutkan Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Brigadir J

Lebih jauh lagi, akademisi dari Universitas Esa Unggul itu menyatakan bahwa penggiringan opini tersebut diupayakan oleh PPP dan PAN melalui Musyawarah Wilayah. Ia juga menyinggung bahwa KIB diduga dibentuk dan dikondisikan oleh istana untuk mendukung Ganjar dalam pemilihan presiden 2024.

"Indikasi itu makin menguat karena ada dugaan jika selama ini, bahwa KIB bentukan istana untuk menjadi perahu Ganjar pada pemilihan presiden 2024," tambahnya.

Oleh karena itu, Jamiluddin juga mengatakan indikasi KIB bakal mengusung dan memilih Ganjar sebagai capres semakin jelas. Namun begitu, ia juga mengungkap adanya potensi masalah, yakni setuju atau tidaknya PPP dan PAN untuk pengambilalihan Ganjar untuk diusung.

"Itu menjadi persoalan. Karena Golkar mengamanahkan kepada Airlangga untuk menjadi capres," pungkasnya lagi.

(Suara.com)

Load More