/
Selasa, 15 November 2022 | 14:46 WIB
Tangkapan layar Presiden Joko Widodo di dampingi Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani ketika membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

Ada momen menarik yang tertangkap kamera saat Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpidato dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada Selasa (15/11/2022).

Hal itu terjadi saat Presiden Jokowi tengah berbicara dihadapan para delegasi, tampak Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang berada tepat di sisi kiri belakang pak Jokowi terlihat sedang menggunakan alat penerjemah yang tidak biasa. 

Sri Mulyani menggunakannya dengan cara terbalik dengan bagian penyangganya menghadap kebawah.

Hal tersebut terlihat dari siaran langsung dari Youtube Sekretariat Presiden, yang dipantau awak suara.com pada Selasa (15/11/2022).

Sri Mulyani tampak dengan sangat santai namun serius saat Presiden Jokowi tengah berbicara dalam forum akbar negara G20 tersebut, Sri Mulyani sesekali terlihat clingak-clinguk ke kanan dan kiri seraya memegangi alat penerjemah tersebut agar tidak jatuh kebawah.

Pemandangan yang justru terlihat kontras dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang duduk persis disamping Sri Mulyani, ia malah menggunakan alat penerjemah tersebut dengan cara yang normal yang dikaitkan dilingkaran kepala.

Sementara itu, dalam sambutannya pada pembukaan KTT G20, Presiden Jokowi mengajak dan menghimbau agar pemimpin dunia menghentikan perang demi menghindari krisis yang lebih parah dimasa depan.

"Ikut bertanggung jawab, berarti kita harus mengakhiri perang," ujar Jokowi saat membuka KTT G20 di Nusa Dua, Bali.

Presiden Jokowi kemudian mengatakan bahwa dunia sedang menghadapi tantangan yang luar biasa, mulai dari krisis ekonomi, pandemi hingga berbagai serangan.

Baca Juga: Mengintip Kampung Belanda di Indonesia, Warga Keturunan hingga Rumah Peninggalan

"Dunia sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Krisis demi krisis terjadi. Pandemi Covid-19 belum selesai, rivalitas semakin tajam, hingga serangan terjadi," ungkap Jokowi.

Load More