/
Rabu, 01 Februari 2023 | 17:29 WIB
Pemimpin Pondok Pesantren Waria Al Fatah, Shinta Ratri tutup usia. (Twitter)

“Konflik ini yang berbahaya, dia kehilangan banyak hal, termasuk budi pekerti mungkin, dan terutaa kehilangan agama. Maka dari itu, saya membangun ponpes ini agar mereka tetap pada jalur agama yang mereka anut,”  ungkap Shinta.

Ketua Ponpes Al-Fatah, Shinta Ratri [suara.com/Wita Ayodhyaputri] (sumber: suara.com/Wita Ayodhyaputri)

3. Mengutamakan Akhlak

Stigma menjadi waria melekat pada setiap siswa dan tidak banyak orang yang dapat memahami keadaan mereka meskipun dipandang negatif oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Shinta sangat mementingkan mengajarkan akhlak kepada para santrinya agar mereka tetap berperilaku baik terhadap masyarakat sekitar.

"Kami terus mendorong mereka untuk berakhlak dan berbaur dengan warga lainnya. Hal itu pasti sulit. Namun ketika barlaku baik dilingkungan tempat kita hidup, banyak hal yang dapat menerima kita apa adanya," terang Shinta Ratri.


Pelajaran agama yang dibahas mulai dari Fiqh hingga Bulughal Maram yang dipimpin oleh enam ustadz. Bahkan ada pelajaran dari agama lain untuk waria non-Islam.


4. Menampung Santri Non-Muslim


Waria yang memeluk keyakinan Kristen-Katolik juga dapat menerima bimbingan agama. Sejak tahun 2019, Pesantren Al-Fatah bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) untuk menjadi tenaga pengajar. Hingga tahun 2020, terdapat 4 orang waria yang berkeyakinan Non Muslim di Pesantren tersebut.


5. Punya Harapan Soal Stigma terhadap Waria bisa Berubah

Baca Juga: Taruhan Alphard Saat Prediksi Anies Bakal Gagal Nyapres, Geisz Chalifah: Analisa Politik Hasan Nasbi Tidak Kapabel

Berbaur dengan masyarakat adalah hal utama yang diajarkan di pesantren Al-Fatah. Sebelum ada pandemi Covid-19, warga sekitar kerap diajak belajar bersama para waria setiap Sabtu sore. Mereka belajar bersama mulai dari bahasa inggris, cara merias hingga memasak.

Shinta Ratri pun mengakui, untuk merubah cara pandang masyarakat memang dirasa sulit. Ditambah lagi dengan budaya yang dianut di Indonesia saat ini. Meskipun begitu, ia berharap kepada para santrinya agar memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama. Supaya bisa menjaga diri dan memahami segala hal baik dan buruk bagi diri mereka sendiri.

Load More