“Konflik ini yang berbahaya, dia kehilangan banyak hal, termasuk budi pekerti mungkin, dan terutaa kehilangan agama. Maka dari itu, saya membangun ponpes ini agar mereka tetap pada jalur agama yang mereka anut,” ungkap Shinta.
3. Mengutamakan Akhlak
Stigma menjadi waria melekat pada setiap siswa dan tidak banyak orang yang dapat memahami keadaan mereka meskipun dipandang negatif oleh masyarakat.
Oleh karena itu, Shinta sangat mementingkan mengajarkan akhlak kepada para santrinya agar mereka tetap berperilaku baik terhadap masyarakat sekitar.
"Kami terus mendorong mereka untuk berakhlak dan berbaur dengan warga lainnya. Hal itu pasti sulit. Namun ketika barlaku baik dilingkungan tempat kita hidup, banyak hal yang dapat menerima kita apa adanya," terang Shinta Ratri.
Pelajaran agama yang dibahas mulai dari Fiqh hingga Bulughal Maram yang dipimpin oleh enam ustadz. Bahkan ada pelajaran dari agama lain untuk waria non-Islam.
4. Menampung Santri Non-Muslim
Waria yang memeluk keyakinan Kristen-Katolik juga dapat menerima bimbingan agama. Sejak tahun 2019, Pesantren Al-Fatah bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) untuk menjadi tenaga pengajar. Hingga tahun 2020, terdapat 4 orang waria yang berkeyakinan Non Muslim di Pesantren tersebut.
5. Punya Harapan Soal Stigma terhadap Waria bisa Berubah
Berbaur dengan masyarakat adalah hal utama yang diajarkan di pesantren Al-Fatah. Sebelum ada pandemi Covid-19, warga sekitar kerap diajak belajar bersama para waria setiap Sabtu sore. Mereka belajar bersama mulai dari bahasa inggris, cara merias hingga memasak.
Shinta Ratri pun mengakui, untuk merubah cara pandang masyarakat memang dirasa sulit. Ditambah lagi dengan budaya yang dianut di Indonesia saat ini. Meskipun begitu, ia berharap kepada para santrinya agar memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama. Supaya bisa menjaga diri dan memahami segala hal baik dan buruk bagi diri mereka sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Profil Shinta Ratri, Alami Jatuh Bangun Mendirikan Ponpes Waria Sebelum Meninggal
-
Mikha Tambayong dan Deva Mahenra Nikah Beda Agama, Benarkah Tanda Penyelundupan Hukum?
-
MK Tolak Gugatan Pernikahan Beda Agama, Terus Deva Mahenra dan Mikha Tambayong Bagaimana?
-
Pernah Dituding Waria, Bunda Corla Ngaku Menstruasi Hingga Usianya yang Sudah 48 Tahun
-
Mengubur Stigma Para Penyintas Di Kampung Kusta Tangerang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar