SuaraSoreang.id - Mendaki gunung memang menjadi salah satu pengalaman menyenangkan karena bisa melihat pemandangan alam yang sungguh menakjubkan.
Namun, selain menyuguhkan pengalaman luar biasa, mendaki gunung kerap kali memberikan pengalaman mistis yang tak bisa diukur oleh akal manusia.
Seperti cerita yang dialami Pakde Suryono, seorang guide Gunung Dempo yang pernah mengalami kejadian yang bikin bulu kuduk merinding.
Cerita bermula saat Pakde kedatangan dua orang asal Yogyakarta tepatnya pada Tahun 2015 lalu.
Pakde benar-benar terkejut kala mendengar tujuan mereka mendaki gunung Dempo untuk mengkonfirmasi pesanan Nyai Roro Kidul yang menyangkut keberlangsungan Gunung tersebut.
Namun, Pakde memutuskan untuk tetap mengantar ibu dan anak tersebut meski harus memfasilitasi peralatan pendakian keduanya.
Perjalanan ke gunung Dempo dimulai. Belum lama berjalan, Pakde kembali dikejutkan dengan tingkah pendaki yang diantarnya itu.
Bagaimana tidak, dari mulai kampung sampai resort, si ibu sudah mulai ngomel ketika melihat sampah berserakan. Ia bilang kalau tempat yang dipenuhi sampah tersebut adalah rumah orang (ghaib).
Namun, Pakde enggan mengomentari perkataan si Ibu. Padahal Pakde seringkali melakukan evakuasi sampah demi menjaga kebersihan Gunung Dempo.
Baca Juga: Persib Putri Menang 17-0 pada Laga Uji Tanding, jadi Bekal Menatap WFC 2022 di Singapura
Perjalanan ke gunung tetap dilanjutkan meski kerap kali si ibu ngomel soal sampah berserakan.
Tak lama setelah itu, perjalanan sampai di shelter 1. Pakde memutuskan berhenti sejenak untuk sekedar mengisi tenaga dengan mengisi perut secukupnya.
Saat istirahat di shelter 1 itu, tiba-tiba anak berumur sekitar 10 tahunan yang dibawa si Ibu mengalami kerasukan.
Anak tersebut lantas bilang bahwa Gunung Dempo adalah tempat bersinggah anak-anaknya yang perlu dijaga kebersihannya.
Cerita berlanjut saat di shelter 2, Pakde memutuskan untuk berkemah di tempat tersebut. Ia pun menyiapkan segala keperluan berkemah dari mulai tempat tidur hingga makan.
Di dekat pohon besar, Pakde membersihkan sampah bersama teman guide-nya. Tiba-tiba seseorang keluar dari pohon dan memperingatkan agar tidak mengotori gunung Dempo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Sekjen Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Gerakan Pangan Murah
-
Dukung Program BRIvolution Reignite, BRI Catat Pertumbuhan Aset Impresif
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
-
Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang