Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Rabu, 04 September 2019 | 12:22 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, melaju ke babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 usai menyingkirkan wakil Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge, Rabu (21/8). [Humas PBSI]

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Susy Susanti mendukung penuh ambisi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjuarai ajang Chinese Taipei Open 2019.

Fajar/Rian menjadi unggulan pertama pada turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.

Mereka akan memainkan laga babak pertama hari ini, Rabu (4/9/2019), menghadapi wakil Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Susy menilai Chinese Taipei Open 2019 jadi kesemaptan Fajar/Rian untuk meningkatkan kepercayaan diri setelah sempat tampil buruk di tiga turnamen Asia terakhir.

Disamping itu, Susy menyebut ajang Chinese Taipei Open 2019 ini juga menjadi wadah yang bagus bagi Fajar/Rian yang tengah mengumpulkan poin kualifikasi ke Olimpiade 2020.

Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti (kanan) usai konferensi pers pemberian bonus dari PB Jaya Raya kepada Hendra Setiawan (kiri) di GOR PB Jaya Raya, Ciputat, Tangerang, Selasa (3/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Pasti saya support dan dukung. Karena ini kesempatan untuk mereka," ujar Susy Susanti di GOR PB Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (3/9/2019).

"Fajar/Rian kan tengah bersaing lolos ke Olimpiade 2020, seperti Hendra (Setiawan)/(Mohammad) Ahsan dan Kevin (Sanjaya Sukamuljo)/Marcus (Fernaldi Gideon)," sambungnya.

Lebih jauh, Susy berharap di ajang Chinese Taipei Open 2019, Fajar/Rian mampu menunjukkan konsistensinya.

Sebab, keduanya dinilai sudah tampil cukup baik pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, Fajar/Rian yang tak diunggulkan mampu melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia 2019.

Langkah mereka terhenti dari Hendra/Ahsan yang akhirnya keluar sebagai juara.

Ketua Umum PBSI Wiranto mengalungkan bunga kepada Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (27/8). [Suara.com/Arya Manggala]

"Ini jadi kesempatan untuk mereka buktikan diri, karena sejatinya mereka mampu loh, di Kejuaraan Dunia (saja) dapat medali perunggu," tuturnya.

"Otomatis saat ini konsistensi, kestabilan, dan keberaniannya harus ditunjukan. Mereka harus menempatkan diri sebagai pemain elite dunia," pungkas Susy.