"Hal tersebut kami sudah komunikasikan, kami sudah melakukan protes namun kembali lagi kami menghargai keputusan pada akhirnya di FIBA dan kami mengikuti keputusan tersebut."
Selanjutnya, sebelum kembali ke Jakarta, Fareza menjelaskan seluruh anggota tim delegasi harus menjalani tes usap lagi.
Hampir seluruh pemain dan ofisial mendapatkan hasil negatif, kecuali Andhakara Prastawa dan Endang Muchlisin, masseur dari timnas. Saat ini dua nama tersebut masih menjalani karantina di Lebanon.
Jika sudah dinyatakan negatif, mereka akan segera kembali ke Jakarta. Timnas Basket Indonesia akan kembali bersiap menatap window kedua melawan Arab Saudi dan Jordania pada Februari 2022.
Insiden Lagu Kebangsaan
Tidak hanya soal Lester yang tidak dapat memperkuat timnas, terdapat kejadian lain yang membuat pemain tidak nyaman, yaitu lagu kebangsaan Indonesia Raya yang tidak diputar secara penuh saat pertandingan.
"Ketika lagu Indonesia Raya hanya dimainkan sampai belum setengah sudah diselesaikan dan jujur malam itu ada dua tiga pemain telpon merasa marah, saya bilang ya sudah jangan dimasukkan dalam hati," kata Danny.
Danny mengatakan Perbasi kemudian menyampaikan surat protes segera setelah kejadian itu.
"Ini seharusnya harus FIBA sadari agar tidak terulang seperti itu. Negara lain pun kalau main di Indonesia kalau seperti itu juga pasti tidak akan nyaman... Pasti orang kalau dipermainkan soal lagu kebangsaannya pasti merasa tidak nyaman," kata Danny.
Baca Juga: Timnas Basket Indonesia Tumbang, Pelatih: Lebanon Kuat dan Berpengalaman
TC di Las Vegas
Sebelum bertolak ke Lebanon, timnas melakukan training camp (TC) di Las Vegas, Amerika Serikat. Hal itu telah dilakukan saat persiapan Asian Games 2018, hanya tempatnya saja bergeser dari Los Angeles ke Las Vegas.
TC di Las Vegas dilakukan sejak 6 November hingga waktu pemberangkatan ke Lebanon pada 22 November. TC di Amerika menjadi pilihan karena menyesuaikan kebutuhan dalam persiapan melawan Lebanon pada 27 dan 29 November 2021.
"Ketika di-meetingkan bersama kami memutuskan untuk mengambil Amerika karena Amerika tidak terlalu sulit untuk mencari sparing yang kuat dan ketika masuk dalam Amerika tidak terlalu banyak masalah yang dituntut dari pemerintah mereka," kata Danny.
"Kalau kita ke negara lain kita sudah harus isolasi mandiri waktunya akan habis dan tidak ada lawan tanding yang bisa kita harapkan, maka kita putuskan ke Amerika pada saat itu, memang itu keputusan bersama kita."
Di Las Vegas, timnas bekerja sama dengan Impact Basketball. Impact Basketball inilah yang memfasilitasi timnas uji tanding selama di Las Vegas.
Tag
Berita Terkait
-
Menpora Tegas soal Kasus Atlet, PERBASI Minta Pelaku Dihukum Setimpal
-
FIBA Tetapkan Dame Diagne sebagai Pemain Lokal di IBL, Boleh Perkuat Timnas Basket Indonesia
-
Makna Natal Abraham Damar: Refleksi Perjuangan Berdarah-darah Demi Perunggu SEA Games 2025
-
Hancurkan Vietnam, Timnas Basket Indonesia Dipastikan Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
-
Pertandingan Sengit, Timnas Basket Indonesia Kalah Tipis dari Thailand di SEA Games 2025
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Final Four Proliga 2026: Popsivo Polwan Menang Pertama, Usai Tumbangkan Electric PLN Mobile
-
Comeback di Gim Kedua, Fajar/Fikri Satu-satunya Wakil yang Tembus Semifinal BAC 2026
-
Sudah Unggul 20 Poin, Jonatan Christie Akui Momen Krusial Jadi Penentu Kekalahan
-
Dari Kawan Jadi Lawan, Saat Yudha dan Pandu Saling Lempar Psywar Jelang IBL All-Star 2026
-
2 Bintang Satria Muda Pamit! IBL All-Star 2026 Jadi Laga Perpisahan
-
Perebutan Ketum PB Percasi 2026-2030 Mengarah ke Agustiar Sabran
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Akui Terpancing Emosi, Alwi Farhan Petik Pelajaran Usai Disingkirkan Kodai Naraoka di BAC 2026
-
Jafar/Felisha Tersingkir di 16 Besar BAC 2026, Akui Kesulitan Tembus Pertahanan Lawan
-
Final Four Proliga 2026 di Solo, Perebutan Juara Putaran Pertama Panas Sejak Hari Pertama