Sport / raket
Arief Apriadi
Reaksi ganda campuran Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti setelah menang atas pasangan Denmark di penyisihan Grup C Piala Sudirman 2021 di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Rabu (29/9/2021). [BWF/Badminton Photo/Raphael Sachetat]

Suara.com - Dua pasangan ganda campuran paling senior di Pelatnas PBSI, Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja resmi dicoret. Nama mereka tak masuk dalam susunan atlet untuk periode 2022. Lalu apa alasannya?

Isu didepaknya Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja sejatinya sudah mencuat dalam beberapa bulan terakhir sebelum diumumkan PBSI pada hari ini, Jumat (28/1/2022).

Saat itu, Praveen / Melati berbicara dalam sebuah forum terkait dicoretnya mereka dari Pelatnas PBSI di depan ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin.

Melati Daeva Oktavianti bahkan disebut sampai menangis saat memberikan kabar pencoretan yang juga menyasar beberapa pebulu tangkis lain dari sektor ganda campuran.

Baca Juga: Top 5 Sport Sepekan: Valentino Rossi Bongkar Alasan Tak Jadi Pembalap di Timnya Sendiri

Mereka antara lain Gloria Emanuelle Widjaja, Akbar Bintang Cahyono, Andika Ramadiansyah, dan Marsheilla Gischa Islami.

Kabar tersebut cukup mengejutkan mengingat Praveen / Melati dan Gloria --bersama sang partner Hafiz Faizal-- merupakan dua wakil ganda campuran terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Asisten pelatih sektor ganda campuran Indonesia, Nova Widianto. [Dok.NOC Indonesia]

Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu, enggan menjawab dengan pasti terkait isu pencoretan Praveen / Melati dan kawan-kawan. Dia menunggu keputusan resmi PBSI selaku federasi bulu tangkis nasional.

Kini, PBSI telah mengumumkan susunan pemain untuk tahun 2022, dan kedua pasangan ganda campuran paling senior itu tidak ada di dalamnya.

Pelatih sektor ganda campuran PBSI, Nova Widianto dalam konferensi pers, Jumat (28/1/2022) buka suara terkait keputusan mencoret Praveen / Melati dan kawan-kawan.

Baca Juga: Top 5 Sport: Agung Firman Bantah PBSI Krisis Keuangan

Menurutnya, pencoretan itu dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, khsusunya terkait usia, lamanya waktu di pelatnas, prestasi, serta karakter masing-masing pemain.

Komentar

terkini