/
Sabtu, 10 September 2022 | 19:55 WIB
Para perempuan Darma Wanita Persatuan Konsulat RI di Shanghai memeriahkan Kebaya Goes to UNESCO di Shanghai, China. (KJRI Shanghai)

Sukabumi.suara.com - Kebaya Goes to UNESCO sedang dirayakan serentak oleh masyarakat Indonesia. Program Kebaya Goes to UNESCO ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dunia tentang kebaya, dan juga untuk bisa menambahkan kebaya sebagai salah satu warisan budaya yang dimiliki Indonesia selain batik, angklung dan juga kesenian bela diri pencak silat. 

Perempuan warga negara Indonesia yang berada di Shanghai, China turun ke jalan untuk memeriahkan kampanye 'Kebaya Goes to UNESCO'. 

Dikoordinasikan oleh Darma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jendral RI di Shangai, memamerkan kebaya di kawasan kota tua Shanghai Film Park dengan memakai kebaya yang beragam. 

"Kebaya merupakan identitas Indonesia yang harus kita jaga," ucap ketua DWP KJRI Shanghai, Tia Kurnia.  

Dengan diadakan gerakan Kebaya Goes to UNESCO ia berharap jika kebaya akan menjadi warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.  

Kawasan kota tua Shanghai Film Park dipilih karena ikonik dan menjadi salah satu objek wisata yang sering dijadikan lokasi pengambilan film China dengan berbagai genre.  

Selain mengelilingi kawasan kota tua mengenakan kebaya, mereka juga melakukan sesi pemotretan sehingga akan menjadi daya tarik sendiri bagi yang melihat. 

Konsul Jendral RI di Shanghai Deny Kurnia menyambut dengan positif kegiatan yang dilakukan oleh para perempuan untuk mengenakan kebaya di Shanghai.

"Diharapkan kedepannya akan lebih mendorong perdagan, Investasi, dan wisata dari Tiongkok ke Indonesia," ujar Deny Kurnia.

Baca Juga: Ulah Emak-Emak Ini Membuat Geram, Warganet: Dikira Jalan Punya Nenek Moyangnya Kali!

Sumber: suara.com.

Load More