Sukabumi.suara.com - Kebaya Goes to UNESCO sedang dirayakan serentak oleh masyarakat Indonesia. Program Kebaya Goes to UNESCO ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dunia tentang kebaya, dan juga untuk bisa menambahkan kebaya sebagai salah satu warisan budaya yang dimiliki Indonesia selain batik, angklung dan juga kesenian bela diri pencak silat.
Perempuan warga negara Indonesia yang berada di Shanghai, China turun ke jalan untuk memeriahkan kampanye 'Kebaya Goes to UNESCO'.
Dikoordinasikan oleh Darma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jendral RI di Shangai, memamerkan kebaya di kawasan kota tua Shanghai Film Park dengan memakai kebaya yang beragam.
"Kebaya merupakan identitas Indonesia yang harus kita jaga," ucap ketua DWP KJRI Shanghai, Tia Kurnia.
Dengan diadakan gerakan Kebaya Goes to UNESCO ia berharap jika kebaya akan menjadi warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.
Kawasan kota tua Shanghai Film Park dipilih karena ikonik dan menjadi salah satu objek wisata yang sering dijadikan lokasi pengambilan film China dengan berbagai genre.
Selain mengelilingi kawasan kota tua mengenakan kebaya, mereka juga melakukan sesi pemotretan sehingga akan menjadi daya tarik sendiri bagi yang melihat.
Konsul Jendral RI di Shanghai Deny Kurnia menyambut dengan positif kegiatan yang dilakukan oleh para perempuan untuk mengenakan kebaya di Shanghai.
"Diharapkan kedepannya akan lebih mendorong perdagan, Investasi, dan wisata dari Tiongkok ke Indonesia," ujar Deny Kurnia.
Baca Juga: Ulah Emak-Emak Ini Membuat Geram, Warganet: Dikira Jalan Punya Nenek Moyangnya Kali!
Sumber: suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan
-
Meski Tidak Ditandatangani Direktur Penyidikan, Surat Penahanan Febrie Adriansyah Tetap Sah
-
Tim Hukum Febrie Adriansyah Sebut Sangkaan Kejagung 'Imajinatif', Dasar Hukumnya Dipertanyakan
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
6 Cara Meratakan Warna Kulit Tangan Belang akibat Naik Motor dengan Body Sunscreen
-
Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla
-
Karhutla Meluas di Kalbar, Wamen LH Minta Korporasi Perkuat Sekat Kanal: Apa Itu?
-
Mengapa Satwa Endemik Indonesia Tak Bernasib seperti Panda China?