“Berilah aku satu kata puisi daripada seribu rumus ilmu penuh janji
yang menyebabkan aku terlontar kini jauh dari bumi yang kukasih.”
(Dan Kematian Semakin Akrab - Subagio Sastrowardoyo)
Mungkin kutipan puisi karya Subagio Sastrowardoyo di atas lebih mampu menjelaskan alasan Sutanandika, Guru, Aktivis lingkungan cum sastrawan, memilih menuliskan tentang sungai Cisadane ke dalam sebuah puisi dibanding bentuk tulisan yang lain. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan puisi sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Itu pula alasan mengapa pembaca puisi dalam gelaran acara peringatan HUT ke – 42 Walhi pada tanggal 15 Oktober 2022 di Rumah Pergerakan Training Center Walhi Jl. Caringin-Cilengsi No.20, Pancawati, Kec. Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yaitu Dwiyoso Nugroho, memilih membacakan puisi itu dalam bahasa aslinya, bahasa sunda. Meski pilihan ini mengandung resiko karena pendengar pembacaan puisi itu tidak seluruhnya, atau bisa jadi sebagian besar tidak mengerti bahasa sunda. Akan tetapi, segala risiko itu, terbayar dengan kesan/pesan yang dapat ditangkap oleh audiens.
Puisi Cisadane berkisah tentang sungai Cisadane dari waktu ke waktu. Sejak masa Raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara sampai dengan masa kita sekarang ini. Sungai Cisadane dengan setia tetap menemani manusia, memenuhi segala kebutuhan, menjadi saksi lahirnya peradaban demi peradaban.
WALUNGAN CISADANE
BAHEULA MAH CIGEDE
JADI TULANG TONGGONG NAGRI
NU NGARANNA TARUMANAGARA JEUNG PAKUAN PAJAJARAN
Baca Juga: Tiba di Kantor DPP PDIP, Ganjar Pranowo Siap Klarifikasi Soal Capres
Sungai cisadane
Dulu besar, deras mengalir
Menjadi tulang punggung negeri
Tarumanagara dan Pakuan Pajajaran
Akan tetapi kesetiaan sungai Cisadane dibalas keburukan oleh manusia.
TAPI CISADANE BANJIR CIMATA
Berita Terkait
-
Kerusakan Lingkungan dalam Pentas Teater
-
3 Hal yang Harus Dilakukan saat Pertama Kali Bekerja di Perusahaan
-
Pemerintah Kerap Buka Lahan Pertanian Baru, Riset: Tidak Efektif dan Merusak Lingkungan
-
4 Aksi Nyata Cepat Dikenal Sebagai Warga Baru dalam Waktu Seminggu!
-
Memanfaatkan Lingkungan Sekolah sebagai Media Pembelajaran
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kualitas Mobil China Dipertanyakan Usai Sedan MG 5 Ludes Terbakar Saat Parkir
-
Peta Kekuatan Grup F Piala Dunia 2026, Timnas Belanda Dikepung 3 Kuda Hitam
-
4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
-
Demi Bisa Ikut Sidang Skripsi, Mahasiswi di Kampus Swasta Nekat Tawarkan Staycation ke Dosen
-
5 Motor Paling 'Badak' yang Tahan Disiksa Tiap Hari, Cocok buat Ojol
-
Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri
-
Wonderkids Piala Dunia 2026, Warren Zaire-Emery Motor Serangan Timnas Prancis yang Lagi Panas
-
Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama
-
Cuma Sampai Magrib! Baca Zikir Singkat Ini di Hari Arafah, Amalannya Dipakai Para Nabi
-
Viral Selebgram-Anak Bupati di Riau Pesta Narkoba, Ditemukan Pot Getar dan Ganja