Bogor, 27 Oktober 2022. Dinas Pendidikan Kota Bogor Bekerjasama dengan MGMP Muatan Lokal Bahasa Sunda tingkat SMP menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu. Pagi yang cerah dan hangat di aula SMPN 2 Kota Bogor. Senyum dan wajah ceria menghiasi para peserta dan para guru pendamping menghiasi aula dan lapangan tempat pembukaan kegiatan. Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2022 di kota Bogor dengan tuan rumah SMPN 2 Bogor ini diharapkan menjadi sebuah upaya untuk menjaring prestasi-prestasi secara akademik dan non akademik.
Secara khusus Ketua Pelaksana kegiatan Wasi Jatmiko menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menjaring para siswa yang berbakat di di Wilayah Kota Bogor untuk dibawa ke jenjang Provinsi. Tak lupa mewanti-wanti kepada para Juri untuk mengedepankan objektivitas dalam melakukan penjurian. Mudah-mudahan Festival Tunas Bahasa Ibu ini sedikit banyak bisa meningkatkan Citra Pendidikan di Kota Bogor, agar masyarakat tahu bahwa Kota Bogor itu Kota Prestasi dan menunjukan keberhasilan dunia pendidikan, pungkas Miko panggilan akrabnya.
Para peserta ditempatkan di ruang-ruang kelas yang asri dan sejuk. Tampilan SMPN 2 Bogor masih menyisakan atmosfer bersejarah, karena sebagian bangunannya menampakan arsitektur lama Kota Bogor. Walaupun berada di tengah kota namun suasananya tenang dan hening.
Mata lomba dalam kegiatan ini adalah dongeng dengan jumlah peserta perempuan sebanyak 23 siswi dan laki-laki sebanyak 8 orang. Kemudian mata lomba yang biantara atau yang dikenal dengan nama pidato diikuti oleh oleh 24 siswi dan 14 siswa. Lalu untuk cabang Sajak diikuti oleh 27 siswi dan dan 16 siswa.
Cabang lomba yang lainnya adalah pupuh yang diikuti oleh 18 siswi dan 15 siswa. Kemudian untuk keterampilan menulis dan membaca aksara Sunda diikuti oleh 14 siswi dan 10 siswa. Untuk lomba menulis cerita pendek diikuti oleh 12 orang siswi dan 8 orang siswa. Terakhir untuk mata lomba Stand Up atau borangan diikuti oleh enam orang siswi dan delapan orang siswa.
Panitia sudah berusaha semaksimal mungkin menyiapkan festival ini, dan antusiasme yang cukup tinggi dari peserta. Bisa jadi hal ini terjadi karena sebelumnya festival diadakan secara daring dan baru sekarang dilaksanakan secara luring lagi. Ungkap Anda Suwanda salah satu panitia kegiatan. Sedangkan dari pihak tuan rumah yang diwakili Wiwin menyatakan memohon maaf apabila pihak sekolah ada kurang-kurang dalam memfasilitasi kegiatan ini.
Dikutip dari laman website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Menteri Nadiem Makarim menyampaikan bahwa “Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan puncak dari revitalisasi bahasa daerah,”. Dalam pelaksanaannya, festival ini melibatkan partisipasi guru pendamping, pegiat bahasa daerah, dan pemerintah daerah. Selain itu, FTBI dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan toleransi kebhinekaan di Indonesia. “Kebhinekaan adalah kekayaan terpenting yang kita punya. Itu harus kita rayakan dan sosialisasikan. Salah satunya dengan FTBI ini,” kata Nadiem.
Dalam pelaksanaannya FTBI ada tujuh macam kompetisi dan acara yang bisa diikuti generasi muda dalam FTBI, yaitu membaca dan menulis aksara daerah; menulis cerita pendek; membaca dan menulis puisi; mendongeng; pidato; tembang tradisi; dan komedi tunggal (stand up comedy). “Jadi acara ini benar-benar variatif dan juga kekinian jenis kompetisinya, sehingga menjadi suatu hal yang bukan hanya untuk melindungi dan merestorasi, tapi juga untuk masuk ke abad yang baru bagi para millennial,” Tambahnya. Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan dapat memberikan akses bagi para partisipan sehingga nantinya akan semakin bangga menggunakan bahasa daerah. “Ini merupakan paradigma yang harus kita dorong ke masyarakat,” imbuh Menteri Nadiem.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Tentukan Bentuk Lidahmu, Ungkap Bagaimana Diri Anda Sebenarnya
Berita Terkait
-
Nelayan Perairan Selat Sunda Dihimbau Waspada Gelombang Tinggi
-
Viral Artis Malaysia Pre wedding Pakai Busana Tradisional Indonesia, Warganet Bingung Adat Jawa atau Sunda
-
Sebut Ganjar Prabowo Minim Prestasi dan Tak Pantas Dapat Tiket Nyapres PDIP, Pengamat: Gagal Pimpin Jateng!
-
Ruang Kelas SMPN 1 Cicalengka Ambruk Diterjang Angin Kencang, Begini Kondisi Siswanya
-
Rektor Unila Ditangkap KPK, Nadiem Makarim Rombak Aturan SNMPTN 2023 Jalur Prestasi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
KRD Tabrak CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Luka-luka
-
Syifa Hadju Dituduh Tiru Konsep Pernikahan Alyssa Daguise, Kesha Ratuliu Semprot Netizen: Norak!
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Di Balik Stabilitas Metropolitan Land: Strategi Cerdas Diversifikasi Bisnis Properti
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Kabar TerbaruJohn Wick 5: Arah Cerita Baru, Tinggalkan Konflik Lama
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita