/
Sabtu, 07 Januari 2023 | 13:13 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU)

Suara Sumatera - Isu perombakan atau reshuffle kabinet untuk 'tendang' Menteri dari Partai Nasdem makin gencar disuarakan elite PDIP. Gempuran terhadap pasukan Nasdem gencar sejak Anies Baswedan resmi dideklarasikan menjadi Capres 2024.

Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyerukan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengevaluasi kinerja anak buah Surya Paloh yang kini di kabinet.

Politisi NasDem Effendy Choirie alias Gus Choi menegaskan bahwa tudingan PDPI tentang kinerja menteri Nasdem tidak berdasar. “Ini (Menteri NasDem) termasuk menteri yang sukses,” ujarnya dalam acara Dua Sisi TV One dikutip dari kanal Youtube TvOneNews, Jumat (6/1/2023).

Diketahui, Menteri yang dimaksud adalah Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian) dan Situ Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

Bagi Gus Choi, tudingan Djarot PDIP hanyalah klaim pribadi yang tak berdasar. Ia bahakan berani menyebut justru menteri dari NasDem berprestasi.

“Kalau yang disampaikan Pak Djarot mungkin datanya sendiri, mungkin kepentingannya sendiri. Faktanya kemarin dia punya pengharagaan berkali-kali Kementerian Pertanian ini, kemudian masa pandemi dia kementerian yang nyumbang begitu besar untuk masa-masa sulit bangsa ini,” jelas Gus Choi.

Anak buah Surya Paloh tersebut menegaskan hal tersebut harus diketahui publik agar anggapan yang berdasar pada klaim yang penuh kepentingan.

“Sisi ini publik juga harus tahu, jangan hanya mengandalkan satu prespektif karena prespektifnya sungguh berbau kejengkelan, hasut, kedengkian,” tegasnya.

Sementara itu Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga ada dalam satu acara tersebut mengungkapkan isu reshuffle ini bukan PDIP sendiri yang mengeluarkan pertama kali. Ia mengklaim Jokowi sudah jauh-jauh hari menyinggung soal mengocok ulang posisi menteri.

Baca Juga: Ingin Main Aman, Jokowi Bakal Depak Menteri NasDem Jika Anies Baswedan Jadi Capres 2024

“Sebenarnya yang memulai rencana atau pembicaraan soal reshuffle kan pak presiden sendiri, dan bahkan itu sejak desember kemarin ketika beberapa kali ditanya wartawan memang presiden menyampaikan memang ada rencana untuk reshuffle,” ujarnya.

Andreas pun menegaskan bahwa Reshuffle adalah hak prerogatif seorang presiden yang tentu tahu bagaimana kinerja para “pembantunya”.

Atas dasar itu, Andrean menyebut bahwa apa yang disuarakan oleh PDIP salah satunya lewat Djarot hanya meneruskan kembali pembicaraan yang Jokowi sendiri mulai.

“Oleh karena itu apa yang disampaikan oleh Pak Djarot ini sebenarnya ya melanjutkan apa yang disampaikan presiden,” jelasnya.

“Secara politik dan kinerja ya karena Pak Djarot ini di Komisi IV, yang disampaikan Pak Djarot evaluasi apa yang terjadi dalam interaksi beliau yang komisi IV dengan mitranya yang kebetulan Menteri Pertanian dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More