Suara Sumatera - Belakangan informasi menyebutkan jika timnas Indonesia U-23 memberikan dasakan pada FIFA untuk bertindak tegas pada Vietnam dalam ajang Piala AFF belum lama ini. Desakan ini bersumber dari adanya indikasi kecurangan atas kebijakan wasit pada ajang tersebut.
Diinformasikan jika posisi Vietnam kian terpojok dalam FIFA akibat final piala AFF tersebut. Disebutkan jika Vietnam akhirnya menerima sanksi atas hasil final yang kemudian membuatnya mendapatkan hukuman dari AFF.
Salah satu akun yang membagikan informasi ini yakni CALON GARUDA TEAM. YouTube tersebut membagikan narasi jika Vietnam dalam kondisi terpojok karena adanya mafia wasit di ajang tersebut.
"TAK PUNYA PILIHAN LAGI ~ VIETNAM DI DALAM POSISI TERPOJOK ~ FIFA RESMI BOIKOT VIETNAM SORE INI," tulis narasi akun YouTube tersebut.
Vietnam disebutkan memang dalam situasi terpojok karena posisi desakan FIFA akibat final Piala AFF. Alhasil, Vietnam pun dilarang ikut dalam ajang AFF tersebut.
Lalu apakah benar Vietnam dalam posisi terpojok oleh FIFA, akibat final Piala AFF?
CEK FAKTA:
Berdasarkan video dengan durasi 3 menit ini, memang menjelaskan mengenai berbagai informasi situasi Vietnam.
Meski menang dalam final Piala AFF, dengan mengalahkan Indonesia, namun banyak yang mengaitkan jika Vietnam dikaitkan dengan adanya mafia wasit.
Baca Juga: Tidak Hanya Sebagai Sumber Air, Berikut 3 Manfaat dari Air Kelapa
Kemenangan di final disebutkan karena wasit bermain mata dengan para panitia piala AFF. Sayangnya, di akun YouTube tersebut tidak ditemukan adanya informasi mengenai kondisi Vietnam saat ini.
Narator hanya mengaitkan apa yang menjadi peristiwa dan pendapatnya mengenai Vietnam semata. Karena tidak ada saling hubungan antara judul dan informasi yang dibagikan, maka informasi tergolong hoaks atau berita bohong.
PENJELASAN:
Situasi final piala AFF memang menjadi perhatian setelah Indonesia hanya mendapatkan posisi kedua. Apalagi dalam perjalanan final tersebut, terlihat wasit memang membiarkan Vietnam bermain kasar.
Hal ini membuat timnas Indonesia didesak untuk keluar dari ajang Piala AFF tersebut, atas desakan pendukung atau suporter.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan jika timnas Indonesia berupaya mengevaluasi jadwal tanding, mengingat saat Piala AFF tersebut tidak didukung kekuatan penuh karena klub tidak melepas pemain.
Berita Terkait
-
Baru Punya 'Napas' Perbaiki Tim, Bojan Hodak Soroti 6 Pemain Persib Dipanggil Timnas
-
Jelang Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia Mulai Latihan Perdana
-
3 Pemain Timnas Indonesia Paling Sibuk di FIFA Matchday September, Bolak-balik Solo-Surabaya
-
Pelatih Vietnam Coret Pemain Abroad jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Gunakan Lokal Semua
-
TERBARU Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
10 Ribu Peserta Serbu Makassar, Pemprov Sulsel: Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!