Bisnis / Energi
Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB
Kementerian ESDM memberikan tambahan kuota produksi batu bara khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik milik PT PLN. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM memberikan tambahan kuota produksi batu bara khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik milik PT PLN.
  • Pengusaha tambang diperbolehkan mengajukan revisi RKAB hingga 31 Juli guna menjaga stabilitas pasokan serta menghindari kelebihan suplai global.
  • PLN menambah pasokan batu bara dan memodifikasi PLTU agar dapat beroperasi efisien menggunakan bahan bakar dengan kalori lebih rendah.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan memberikan tambahan kuota produksi batubara demi memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik PT PLN (Persero).

“Untuk yang batu bara, (tambahannya) hanya diperuntukkan untuk yang PLN,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Tri menegaskan bahwa pemerintah berupaya untuk menjaga stabilitas pasokan batu bara.

Pemerintah tidak ingin menahan produksi batubara yang menyebabkan permasalahan pasokan untuk pembangkit, tetapi juga berupaya agar pasokan batubara di pasar internasional tidak mengalami oversupply atau kelebihan pasokan.

“Untuk mengejar yang itu (kebutuhan dalam negeri), tapi jangan sampai ada oversupply. Itu aja,” ujar Tri.

Meskipun demikian, Tri mempersilakan kepada para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga 31 Juli.

“Silakan, silakan masukin (revisi RKAB),” ucap Tri.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo sebelumnya memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik di Jawa, dan pihaknya memperkuat sistem kelistrikan agar kejadian itu tidak terjadi kembali.

Darmawan mengatakan untuk jangka pendek, PLN telah menerima tambahan pasokan batubara berkalori di atas 4.500 kcal per kg.

Baca Juga: DPR Minta Kasus Korupsi Batu Bara PLN Dibuka Tuntas, Bukan Berhenti di Penyitaan Aset

"Adanya tambahan batubara dengan spesifikasi 4.500 (kcal) ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton dari existing," ujar Darmawan.

Selain itu, pihaknya juga akan memodifikasi (retrofit) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar bisa menggunakan batubara dengan kalori rendah, sehingga dapat mencegah pemadaman bergilir.

Darmawan menyampaikan dengan modifikasi, memungkinkan pembangkit listrik untuk menggunakan batubara dengan kalori yang lebih rendah. Retrofit PLTU Suralaya 6 dan 7 menjadi rujukan Darmawan ihwal keberhasilan modifikasi PLTU.

Kedua unit pembangkit tersebut kini mampu menggunakan batubara kalori rendah, yakni sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, lebih rendah dari spesifikasi awal yang mensyaratkan kalori 4.600–4.800 kcal per kg.

Load More