SuaraSumedang.id - Kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo Cs hingga kini masih jadi sorotan publik.
Terbaru, Ferdy Sambo mendesak institusi Polri agar Bharada E juga dipecat sebagaimana diungkap Ronny Talapessy, kuasa hukum Bharada E.
Dikatakan Ronny Talapessy, apa yang disampaikan oleh Ferdy Sambo tersebut dibilang tak biasa alias aneh.
"Ini menjadi aneh, kita sudah menyampaikan menghargai proses ini," ujar Ronny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).
Pengacara Bharada E itu mengatakan, kliennya tersebut siap bertanggungjawab atas perbuatannya.
Oleh sebab itu, kata Ronny. desakan dari Ferdy Sambo tersebut hanya akan membuat masyarakat geram saja.
Bukan tanpa alasan, menurut Ronny, Bharada E hanya menjalankan perintah atasan saja.
"Dia siap bertanggung jawab terkait keputusan bagaimana pun. Tapi sekali lagi publik akan menilai bahwa seorang RE diperintah dan dikorbankan. Dan sekarang diminta untuk dipecat ya publik akan marah kalau seperti ini," katanya.
Diketahui, dalam proses hukum yang masih berjalan, Ferdy Sambo menginginkan agar Bharada E dikenakan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari institusi Polri.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Sumedang Mulai Naik
"Bharada E harusnya dipecat," kata Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).
Sambo menilai bahwa Bharada E adalah algojo yang mengeksekusi Brigadir J.
Sekadar informasi, hingga kini, Bharada E masih berstatus anggota Polri meski sedang dalam masa penahanan di Bareskrim Polri.(*)
Sumber: suara.com
Berita Terkait
-
Tepis Isu Perselingkuhan Jadi Buntut Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo: Dia Perkosa Putri Candrawathi
-
Ferdy Sambo Tegaskan Tak Ikut Tembak Brigadir J, Begini Kata Suami Putri Candrawathi ke Kapolri
-
Perintahkan Bunuh Brigadir J, Ferdy Sambo ke Bharada E: Kamu Aman, Yosua Tembak Kamu, Kamu Tembak Balik
-
Fakta Baru Terungkap soal Hubungan Brigadir J dan Putri Candrawathi, Bharada E: Mereka Suka...
-
Tanggapi Tudingan Ferdy Sambo soal Setoran Hasil Tambang Ilegal, Kabareskrim Polri: Maklumlah Kasus Pembunuhan Brigadir J Saja Mereka Tutup-tutupi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda