/
Selasa, 31 Mei 2022 | 17:23 WIB
suara.com

Diakui Rudi, penyakit ginjal tidak mudah dikenali karena pada awalnya tidak ada rasa sakit.

Untuk mendeteksi secara dini, sebaiknya setidaknya sekali dalam setahun memeriksakan diri ke dokter dengan tes laboratorium sederhana yaitu urin, ureum dan kreatinin.

Biayanya kata Rudi relatif terjangkau, sekitar Rp 50 ribu.

"Lebih murah mencegah daripada jika sudah sakit sulit mengobatinya dan biayanya sangat mahal. Gejala seperti jumlah urin harian yang berkurang atau berbuih, kencing berdarah, kencing berpasir serta hipertensi merupakan gejala awal yang mencurigakan terhadap penyakit ginjal kronik,” terang Rudi.

Rasa nyeri yang terkait ginjal bisa berupa nyeri pinggang dengan penyakit ginjal karena batu ginjal, tumor dan infeksi.

Sedangkan nyeri sekitar kandung kemih bawah lebih banyak menunjukkan pada infeksi saluran kemih.

Cara untuk mencegah sakit ginjal yang diakibatkan oleh Ginjal tentu saja adalah pola hidup sehat. Konsumsi makanan seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup, kelola stres dan hindari merokok dan minuman beralkohol.

Dokter subspesialis endokrinologi dan penyakit metabolisme RSHS Nanny Natalia M. Soetedjo menuturkan, yang jadi kendala dalam mengatur jumlah asupan makanan adalah menakar makanan sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh dan tidak menyebabkan obesitas.

Padahal kata Nanny, sangat mudah untuk menakar makanan sehingga tidak ada alasan untuk makan berlebihan.

“Saya menggunakan rumus yang mudah. Setiap makan, porsi karbohidrat adalah sekepalan tangan, tentunya kepalan tangan wanita dan laki-laki biasanya lebih besar laki-laki. Selanjutnya proteinnya dua per tiga telapak tangan, sayurannya satu raupan menggunakan kedua tangan, dan buahnya satu kepalan tangan dan minum 30 cc kali berat badan. Ukuran tersebut berlaku untuk satu kali makan ya,” sebut Nanny.

Nanny menambahkan, selain pola konsumsi perlu diperhatikan juga pola aktivitas fisik atau olahraga. WHO menganjurkan dalam satu minggu minimal olahraga selama 150 menit yang dibagi kepada 3-5 waktu.

Tetapi olahraga terlalu sering juga kurang bagus terhadap tubuh. Karena otot-otot perlu istirahat, jadi lakukan secukupnya sesuai anjuran.

Load More