TANTRUM - Institut Teknologi Bandung (ITB) badu saja menyelenggarakan Open House Pendidikan ITB 2022. Pelaksanaan open house kali ini sangatlah unik karena ditampilkan dengan format tematis, yaitu:
Program Ketahanan Energi dan Pangan, Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk sistem cerdas seperti smart city, smart monitoring, smart manufacturing, smart building, dll.
Direktur Pendidikan ITB, Arief Hariyanto menjelaskan, ketiga tema ini menjadi unggulan karena termasuk program-program strategis nasional Indonesia. Selain itu, ketiga tema tersebut juga sangatlah relevan dengan perkembangan dunia saat ini.
Sebagai ilustrasi, kata Arief Hariyanto, perubahan iklim yang semakin cepat dan perkembangan geopolitik dunia, misalnya perang antara Rusia dan Ukraina, menyebabkan pasokan energi dan pangan dunia terganggu.
“Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan bidang ilmu yang dapat menjawab permasalahan tersebut. ITB memiliki potensi yang luar biasa melalui berbagai program studi yang dimilikinya untuk secara aktif berkontribusi kepada pemerintah dan masyarakat," kata Arief.
Menurutnya, kita semua tidak dapat menutup mata dengan kemunculan berbagai perangkat teknologi baru di masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Pengembangan kecerdasaan buatan ini tidak hanya monopoli program studi Informatika, tetapi juga dapat dipergunakan bidang lain seperti pengukuran potensi sumber daya alam dari jarak jauh, sistem penginderaan jarak jauh, dan simulasi pembuatan obat.
"Dari hal tersebut, ITB meyakini selain ketiga tema di atas dapat memenuhi program strategis nasional, tema-tema tersebut dapat membuka ruang kolaborasi berbagai disiplin ilmu sehingga pada akhirnya dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat," ujarnya.
Selain pengenalan program-program studi, ITB juga mengenalkan program baru penerimaan mahasiswa ITB, yaitu program ITB untuk Indonesia. Program ini terdiri atas dua kategori.
Pertama disebut sebagai program Seleksi Mandiri Program Studi Strategis Nasional. Di dalam program ini, ITB memberikan dukungan khusus kepada program studi yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia, baik pembangunan industri dasar, industri hilir, dan perkembangan ilmu pengetahuan alam.
Program studi yang termasuk di dalam program studi strategis nasional adalah program studi Kimia, Fisika, Oseanografi, Meteorologi, Teknik Pascapanen, Rekayasa Kehutanan dan Rekayasa Pertanian.
Bagi mahasiswa yang diterima melalui program Seleksi Mandiri Program Studi Strategis Nasional akan mendapatkan beasiswa UKT sehingga UKT setiap semester yang harus dibayarkan mahasiswa adalah Rp12,5 juta (dari Rp25 juta per semester bagi mahasiswa seleksi mandiri).
Beasiswa ini merupakan wujud dukungan ITB kepada bidang ilmu-bidang ilmu khusus yang memiliki posisi sangat penting di Indonesia.
Program kedua adalah program Seleksi Mandiri Dukungan Daerah 3T. Di dalam program ini, ITB memberikan beasiswa UKT penuh sehingga mahasiswa tidak ditarik biaya penyelenggaran pendidikan. Hal ini merupakan wujud keberpihakan ITB kepada putra-putri terbaik di daerah 3T.
Selain memberikan pembebasan biaya UKT, ITB juga memberikan pembebasan biaya pendaftaran. Syarat peserta Seleksi Mandiri Dukungan Daerah 3T adalah alumni SMA kota dan kabupaten yang tergolong sebagai daerah 3T.
Berita Terkait
-
Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Apakah Lolos SNBP Tetap Bayar Uang Semester atau Dapat Beasiswa Full?
-
2 Cara Cek NISN Online untuk Pencairan PIP dan Validasi Data Siswa
-
Kemdiktisaintek Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah Jalur SNBT 2026
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United
-
Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Wajib Masuk Kantor
-
3 Bedak Tabur Wardah untuk Kulit Sawo Matang agar Makeup Tidak Abu-Abu
-
Legenda Kelam Malin Kundang Tayang di Netflix Hari Ini, Perspektif Baru Cerita Rakyat Populer
-
26 Kode Redeem FC Mobile, Cek Bug Event Songkran dan Klaim 500 Permata Gratis
-
Final Four Proliga 2026: Jakarta Bhayangkara Presisi Petik Kemenangan di Laga Pembuka
-
Rp8,68 Miliar untuk Rumah Dinas DPRD Sumsel di 2026, Apa Pertimbangan di Baliknya?
-
Hari Autisme Sedunia: Melihat Dunia dari Mata Sam yang Bikin Kamu Sadar Kalau Beda Itu Indah
-
Daftar Harga Mobil LCGC Irit Bensin untuk Harian saat Harga BBM Naik
-
Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia