Koalisi PDI Perjuangan mengumumkan calon wakil presiden atau cawapres Ganjar Pranowo ialah Prof Mahfud MD. Pengumuman tersebut langsung disampaikan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dalam pidatonya, Megawati sempat bertanya pada Mahfud, apakah dirinya bisa bernyanyi. Tak sungkan Megawati pun menanyakan, jenis lagu yang dibawakan.
Megawati pun menanyakan kepada Tapi saya tanya ke Pak Mahfud, karena kok biasanya kalau orang kerja atau apa, suka apa, ya, grenengan apa ya, jadi suka nyanyi kecil gitu,
"jadi saya tanya ke beliau, bapak bisa nyanyi apa enggak?
Mendapatkan pertanyaan itu, Mahfud pun dengan malu-malu menjawab jika ia kurang bisa bernyanyi.
"Dengan malu-malu beliau berkata, kayanya kurang bisa, Bu," sambung netizen.
Berikut pidato lengkap Megawati mengumumkan cawapres Ganjar Pranowo.
Assalamualaikum wr wb. Salam sejahtera. Om swasti astu. Namo budhaya. Salam kebajikan rahayu. Salam pancasila. Merdeka.
Yang saya hormati Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bapak H. Muhammad Mardiono, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Bapak Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Perindo Bapak Hary Tanoesudibjo, Mas Prananda dan Mbak Puan Maharani, Bapak Arsjad Rasjid Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo (TPN-GP) beserta Bapak Sandiaga Uno.
Jadi pasti banyak nanya kenapa Pak Sandiaga Uno ada di sini, jangan lupa lho beliau itu adalah PPP.
Baca Juga: 6 Idol K-Pop dengan Bakat Artistik yang Memukau, Bak Seniman Profesional!
Bapak Andika Perkasa, Bapak Eddy Pramono dan Tuan Guru Bajang. Perwakilan relawan. Dan tentu rekan-rekan pers, yang pada hari ini saya lihat kenapa ya saya bilang sama Monang. Kenapa banyak banget ya persnya. Karena bolak-balik kapan diumumkan. Saya ngomongnya sabar. Sabar.
Dan seluruh rakyat Indonesia di mana pun kalian berada, yang saya cintai. Puji syukur kehadirat Allah SWT sehingga kita bisa berkumpul di tempat bersejarah ini. Untuk jangan lupa sejarah.
Tempat ini jadi saksi waktu kekuatan otoriter Orde Baru mencoba meluluh-lantakkan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) belum pakai Perjuangan, pada 27 Juli 1996.
Rakyat Indonesia mengenang peristiwa itu sebagai tonggak penting demokratisasi di Indonesia. Melalui peristiwa itulah, kekuatan arus bawah bersatu guna mengoreksi total praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme atau yang dikenal dengan KKN.
Hadirin sekalian, anak-anakku dari PDIP dan semuanya. Dalam seluruh perenungan saya, sosok pemimpin Indonesia tidak boleh membutakan diri terhadap sejarah. Tidak boleh juga melupakan semangat reformasi, karena ketika ada reformasi itu kalau diingat, itu bukan jalan lenggang langkung, tapi itu pun dengan yang namanya sebuah peristiwa yang penuh cucuran air mata, darah, lalu semangat juang yang luar biasa.
Dari sejarah, kita belajar bahwa pemimpin harus lahir dari gemblengan lahir batin. Pemimpin seperti ini ditempa keteguhannya, memiliki kesetiaan pada prinsip. Kokoh pada jalan Pancasila, merakyat, visioner dan memiliki kemampuan profesional, setidaknya telah berprestasi dalam jabatan strategis di tingkat nasional, dan memiliki pengalaman konkret di pemerintahan.
Berita Terkait
-
Pendukung Ganjar Yakini Mahfud MD akan Rebut Suara Kaum Muslim di Bali Barat
-
Mahfud MD Ngaku Jadi Cawapres Ganjar Tak Keluar Uang
-
Biodata Istri Mahfud MD Zaizatun Nihayati, Calon Ibu Negara Asal Jember
-
Jasad Suami Megawati Belum Ditemukan hingga Sekarang, Ini Profil dan Biodata Surindro Supjarso
-
Tak Mengundurkan Diri dari Kursi Menteri, Mahfud MD Ngaku Bakal Ambil Cuti Saat Kampanye Cawapres
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
-
AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif