Tekno / Internet
Rabu, 28 Maret 2018 | 18:02 WIB
ILUSTASRI - Seorang warga mengadu kepada Ahok ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, karena diminta uang Rp20 juta di kantor Gubernur, Jakarta, Kamis (2/3/2017). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Saya kembali bertanya, apakah dia memakai kartu BPJS atau asuransi untuk berobat. Dia bilang tidak kedua-duanya.

Katanya, BPJS miliknya tak lagi bisa digunakan karena waktu pengobatannya sudah terlampau lama.

Dia bilang: ”Dulu saya pakai KJS (Kartu Jakarta Sehat), obat apa saja ditanggung.”

Dia lantas menyebut nama Ahok dalam ceritanya.

“Dulu ada Pak Ahok, saya bisa pengobatan gratis. Saya 5 kali ke Balai Kota DKI, ketemu langsung dengan beliau. Pak Ahok langsung bilang ke saya, ‘Pak Jumaidi kalau ke RS ada yang menolak, bapak segera lapor ke staf-staf saya ya’.”

‘Dan ibu tahu? Nomor ponsel pribadi Pak Ahok dikasih ke saya. Jadi, sewaktu zaman Pak Ahok, semua enak. Saya walaupun sakit berat, rasanya ada dewa penyelamat buat saya.”

Dia lantas membandingkan era Ahok dengan zaman Gubernur Anies.

“Sekarang zaman gubernur ini, janjinya nanti ini, janjinya nanti balik, iya besok lagi, dan besok lagi, tapi tak pernah bisa dipegang janjinya,” tuturnya.

Pak Jumaidi lalu bilang, “Bu saya 2 bulan lalu, karena tak lagi sanggup, saya berlutut di depan balai kota. Teru ada yang teriak, saya berdiri. Terus ada yang bertanya soal saya. Malah merkea jawab, ‘bapak ini sakit keras, jadi stres. Terus saya disuruh pulang dan dijanjikan bakal dihubungi, tapi sampai sekarang tidak ada.”

Baca Juga: Menhub Siapkan Instrumen untuk Intervensi Tarif Ojek Online

Dia mendadak bertanya soal agama saya. “Bu, maaf, ibu Kristen ya?” saya jawab iya, makanya saya mau ke gereja.

“Iya bu, doakan saya bu. Maaf, saya yang beragama Muslim malu bu. Karena orang sebaik Pak Ahok dipenjara. Kami yang hidup susah seperti ini butuh pemimpin kayak Pak Ahok.”

Terus, dia mengambil tas kecil di samping kursinya, lalu dibukalah tas itu. Dia ambil kertas yang sudah mau sobek, yang tertulis angka dan nama Basuki Tjahaja Purnama.

Dan, sebuah foto yang katanya ke mana-mana selalu dibawanya untuk dijadikan penyemangat.

Dia bilang, “Ini bu, saya waktu ada Pak Ahok, saya pengobatan di RS Dharmais. Ini foto saya hampir sekara dan istri saya menelepon beliau. Malamnya Pak Ahok datang ke rumah sakit bawa ustaz untuk mendoakan saya.”

“Pak Ahok juga bawa uang Rp25 juta, disisipi di kantong istri saya. Katanya, jangan sampai ada yang tahu.”

Saya lihat, foto itu memang ada ustaznya. Saya mulai menangis. Bapak itu juga mengungkapkan tak pernah melupakan pesan Ahok kepadanya.

Begini pesan Ahok untuk dia: “Pak Jumaidi, tetap kuat, tetap salat 5 waktu. Saya yakin ini cuma cobaan, supaya bapak beriman dan taqwa kepada Allah SWT, lebih dekat lagi. Bapak kalau punya harta lebih, mungkin mobilnya tambah satu lagi, jangan lupa sedekah.”

Hingga berita ini diunggah, Rabu (28/3/2018), tulisan warganet itu telah disebar ulang oleh 7.020 orang dan dikomentari 3.900 warganet.

Catatan redaksi: Suara.com telah mengirimkan pesan melalui Facebook Lyana Lukito untuk meminta klarifikasinya mengenai keabsahan ceritanya, dan meminta izin mendapat nomor kontak atau dipertemukan dengan Jumaidi, tapi belum terjawab. Jurnalis Suara.com juga tengah mengonfirmasi hal ini kepada Gubernur Anies Baswedan maupun Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Load More