Suara.com - CEO RevivalTV, Ahmad Syahndy menyatakan pentingnya keterikatan antara komunitas dengan ekosistem esports. Menurutnya, komunitas adalah nyawa dari ekosistem esports saat ini.
“Tanpa komunitas, esports bukan apa-apa karena komunitas-lah yang jadi penggerak dari ekosistem esports itu sendiri," kata lelaki yang akrab disapa Senz dalam Webinar UniPin bertajuk Esports: Perkembangan Ekosistem dan Komunitasnya, dikutip dari siaran pers, Selasa (31/5/2022).
"Saya juga sangat percaya bahwa komunitas bisa membuat anggotanya saling belajar dan berkembang, tentunya dalam visi misi yang sama dalam komunitas tersebut," sambung dia.
Senada dengan Senz, Fransiskus selaku Community Manager PUBG Mobile menyatakan hal serupa. Menurutnya, kemajuan teknologi membuat pengembangan komunitas dan ekosistem esports menjadi lebih mudah dan cepat.
"Esports berkembang karena ketertarikan dan minat yang tinggi dari para pecinta games. Semua diberi kemudahan dengan kemajuan teknologi, apalagi sejak hadirnya mobile games," kata Frans.
Ia melanjutkan, pengembangan ekosistem dan komunitas saat ini juga makin mudah karena bisa dilakukan dengan berbagai cara. Contohnya seperti webinar dan coaching clinic yang rutin diadakan UniPin Community.
Kendati demikian, kemajuan komunitas esports juga seringkali terhambat. Senz menyebutkan bahwa hal itu bisa terjadi karena ketidakjelasan peran anggota dalam komunitas.
“Kesalahan utama yang sering terjadi di komunitas adalah tidak adanya jabatan struktural dan pemimpin yang jelas dalam komunitas tersebut. Jabatan struktural dan kepemimpinan menjadi penting karena sebuah komunitas harus memiliki visi misi yang jelas, dipimpin oleh seorang leader," papar dia.
Sepakat dengan Senz, Frans menyebutkan bahwa penting bagi anggota untuk memahami perannya masing-masing di komunitas esports.
Baca Juga: Pembagian Grup MSC 2022 Mobile Legends, RRQ Bertemu Tim Filipina
"Dalam sebuah komunitas juga harus ada yang menjadi penggerak dalam mencari informasi tentang turnamen. Namun, tujuan komunitas tentunya tidak harus selalu kompetisi, tetapi juga menjadi wadah yang fun untuk keberlangsungan komunitas dan perkembangan ekosistem esports," jelasnya.
Berita Terkait
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Adopsi Format Esports, Sponsor MotoGP dan LaLiga Gelar Liga Futures UEX
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi