Suara.com - Kejaksaan Agung menetapkan Johnny Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) Bakti Kominfo. Lantas apa itu tower BTS?
Penetapan Johnya Plate sebagai tersangka terjadi pada Rabu, 17 Mei 2023. Proyek ini bernilai hingga Rp 8 triliun. Pelaksanaan proyek ini sudah meleset jauh dari target. Kenapa itu bisa terjadi masih belum ada penjelasan konkrit sebab kasus masih didalami oleh tim penyelidik.
Berkaitan dengan kabar tersebut, mungkin ada di antara pembaca yang belum tahu apa itu tower BTS, berikut kami jelaskan.
Tower BTS (Base transceiver station) adalah peralatan jaringan yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat dan jaringan. BTS terdiri dari:
- Antena yang menyampaikan pesan radio
- Transceiver
- Duplexer
- Amplifier
BTS dikenal juga sebagai base station (BS), radio base station (RBS) atau node B (eNB) karena teknologi ini berkaitan dengan teknologi komunikasi seluler.
Maka, sebagai bagian dari jaringan seluler, BTS memiliki peralatan untuk enkripsi dan dekripsi komunikasi, peralatan penyaringan spektrum, antena dan transceiver (TRX). BTS biasanya memiliki beberapa transceiver yang memungkinkannya melayani banyak frekuensi dan sektor sel yang berbeda.
Pengontrol pemancar induk (BSC) mengontrol semua BTS melalui fungsi kontrol stasiun pangkalan (BCF) – baik unit terpisah atau terintegrasi dengan TRX untuk stasiun pangkalan kompak. BCF menyediakan koneksi ke sistem manajemen jaringan (NMS) dan mengelola status operasional transceiver. Fungsi tower BTS tetap sama - tidak peduli apa pun jenis teknologi nirkabel yang digunakan.
Stasiun pangkalan menyampaikan informasi ke dan dari unit transmisi / penerima, seperti ponsel. Sering disebut sebagai situs seluler, stasiun pangkalan memungkinkan ponsel untuk bekerja di area lokal, asalkan terhubung ke penyedia layanan seluler atau nirkabel.
Baca Juga: Johnny G Plate Tersandung Kasus Korupsi, Ini Jumlah Tower yang Mangkrak Akibatnya
Satu penyedia layanan mungkin memiliki beberapa pemancar yang diposisikan untuk mencakup area tertentu. Dalam kebanyakan kasus, BTS 800 MHz memiliki jarak point-to-point yang lebih besar daripada stasiun 1900 MHz.
Jumlah BTS tergantung pada kepadatan penduduk dan penyimpangan geografis yang mengganggu pengiriman informasi, seperti bangunan dan pegunungan.
Stasiun pangkalan sangat penting agar ponsel berfungsi dengan benar dan optimal. Jika tidak ada cukup BTS di daerah dengan terlalu banyak pelanggan jaringan atau gangguan geografis, kualitas layanan sangat terpengaruh.
Dalam kasus ini, stasiun pangkalan terletak di area yang lebih dekat dengan pelanggan. Nah, artinya jika terjadi korupso proyek tower BTS hingga mangkrak, maka imbasnya masyarakat tidak bisa menikmati layanan internet dan sejenisnya dengan maksimal.
Seperti itulah penjelasan apa itu tower BTS yang proyeknya dikorupsi Johnny Plate.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Johnny G Plate Tersandung Kasus Korupsi, Ini Jumlah Tower yang Mangkrak Akibatnya
-
Usut Tuntas Aliran Dana Korupsi BTS 4G, Kejagung Periksa Dua Pejabat Kominfo
-
Kemenkeu Ungkap Proyek BTS Mangkrak yang Seret Johnny Plate ke Sel Tahanan
-
Usai Johnny Plate Tersangka, NasDem Disarankan Berani Tarik Semua Menterinya di Kabinet Jokowi Demi Anies
-
Soal Johnny Plate Tersangka, Jokowi: Kita Harus Hormati Proses Hukum!
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
-
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
-
Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty
-
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur
-
Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding
-
Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara
-
Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
-
Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?