- Wamen Komdigi Nezar Patria menyatakan rata-rata *uptime* BTS pascabencana di Aceh mencapai 92 persen.
- Proses perbaikan (*recovery*) keseluruhan BTS yang terdampak bencana telah rampung mencapai 99 persen.
- Ketersediaan listrik menjadi faktor utama penentu maksimalnya *uptime* layanan telekomunikasi di wilayah terdampak.
Suara.com - Pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabencana menunjukkan progres signifikan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengungkapkan, rata-rata uptime Base Transceiver Station (BTS) di daerah terdampak telah mencapai 92 persen.
Menurut Nezar, angka tersebut menggambarkan kemampuan BTS untuk kembali memancarkan sinyal dan dapat diakses masyarakat dalam rentang waktu tertentu.
Namun, ia menekankan bahwa tingkat uptime sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik.
“Up time ini kita sebut yang beroperasi 0 sampai 24 jam itu 100 persen dan 0 sampai 50 persen itu 12 jam yang ikut dipengaruhi oleh ketersediaan listrik,” ujar Nezar Patria, dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, meskipun uptime belum sepenuhnya maksimal, proses pemulihan atau recovery BTS secara keseluruhan sudah hampir rampung.
Dari total BTS yang terdampak bencana, perbaikannya telah mencapai 99 persen oleh operator seluler.
“Perlu dipahami bahwa recovery dengan up time itu berbeda. Untuk recovery sudah dilakukan oleh para operator seluler di daerah terdampak sudah mencapai 99 persen dan untuk up timenya itu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan listrik. Jika suplai listrik tidak ada maka tidak bisa memancarkan gelombang 100 persen,” bebernya.
Nezar menambahkan, masih ada beberapa wilayah di Aceh yang belum pulih secara optimal akibat kerusakan berat infrastruktur.
Baca Juga: Operator Seluler Tak Boleh Simpan Data Biometrik Penduduk untuk Registrasi SIM Card
Daerah-daerah tersebut antara lain Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.
Meski demikian, Kementerian Komdigi bersama para operator terus melakukan pemantauan dan perbaikan agar kualitas layanan komunikasi dapat kembali normal sepenuhnya.
“Kami terus memantau dan bergerak untuk memperbaiki kualitas layanan sehingga up time memenuhi sampai maksimal 100 persen,” katanya.
Saat ini, upaya pemulihan difokuskan pada pengecekan kabel fiber optik yang terputus serta perbaikan akses di wilayah dengan jembatan rusak, yang membutuhkan waktu lebih lama dalam proses penyambungannya.
“Kita bekerja bersama dengan PLN agar pasokan listrik tetap optimal,” tutup Nezar Patria.
Berita Terkait
-
Komdigi Kirim Bantuan Starlink ke Wilayah Bencana Aceh, Pemulihan BTS Terus Dipercepat
-
Komdigi Temukan Situs Coretax Palsu, Mirip Buatan DJP Kemenkeu
-
Komdigi Bidik 60.000 Orang Melek Digital, Lindungi Anak dari Konten Negatif Internet
-
Wikipedia hingga ChatGPT Terancam "Kiamat Internet", Koalisi Damai Desak Komdigi Cabut Aturan PSE
-
Komdigi Ancam Blokir Cloudflare, Dituduh Lindungi Situs Judol
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan