- Kerugian penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun akibat peningkatan pemanfaatan dokumen elektronik palsu sejak November 2024.
- Privy dan Komdigi meluncurkan inisiatif #CekDuluBaruPercaya untuk mendorong verifikasi dokumen digital guna memperkuat Digital Trust.
- Tantangan utama era digital adalah membangun kepercayaan melalui verifikasi keaslian dokumen, bukan lagi sekadar penampilan visual dokumen.
Suara.com - Maraknya adopsi teknologi digital di Indonesia diiringi dengan meningkatnya modus penipuan berbasis dokumen elektronik.
Dokumen yang tampak resmi, lengkap dengan kop surat, tanda tangan, hingga QR Code, kini semakin sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menipu masyarakat maupun pelaku usaha.
Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) OJK mencatat, kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun, dengan lebih dari 411 ribu laporan sepanjang November 2024 hingga Desember 2025.
Angka ini menunjukkan bahwa tampilan visual dokumen tak lagi cukup menjadi dasar kepercayaan di ruang digital.
Tanpa kebiasaan verifikasi, dokumen yang terlihat sah justru berpotensi menjadi pintu masuk penipuan bagi individu, UMKM, hingga institusi.
Merespons kondisi tersebut, Privy sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE), menggagas inisiatif #CekDuluBaruPercaya yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Inisiatif ini mengajak masyarakat membangun kebiasaan memverifikasi dokumen digital melalui kanal resmi sebelum mempercayai, menandatangani, atau mengambil keputusan.
Gerakan tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Safer Internet Day 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi Digital Trust di Indonesia.
Visual Meyakinkan Tak Lagi Menjamin Keabsahan
Baca Juga: Ramadan di Era Digital: Shopee Soroti Perubahan Cara Masyarakat Menyusun Rutinitas
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, menegaskan bahwa meningkatnya penipuan berbasis dokumen digital menjadi alarm penting di tengah percepatan transformasi digital nasional.
Menurutnya, modus penipuan saat ini tidak selalu tampil mencurigakan. Justru sebaliknya, banyak dokumen yang disajikan dengan tampilan rapi dan profesional, tetapi keabsahannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan verifikasi sebelum mempercayai atau menindaklanjuti dokumen digital. Dengan hadirnya website verifikasi dokumen digital dari Privy, masyarakat kini memiliki akses untuk memastikan keaslian dokumennya,” ujar Teguh di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah Privy sebagai PSrE independen yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat keamanan dan kepercayaan di ruang digital.
“Komdigi mengapresiasi langkah strategis Privy yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang aman dan tepercaya. Kolaborasi sektor publik dan swasta menjadi kunci,” tegasnya.
Tantangan Digital Bukan Teknologi, tapi Kepercayaan
Berita Terkait
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
Era Baru Streaming: Akses Konten Premium Langsung dari Layanan Internet
-
Waspada Kesenjangan Digital! BINUS Tegaskan Teknologi Harus Jadi Milik Rakyat, Bukan Elit Saja
-
Biaya Akses Data Biometrik di Dukcapil Naik 3 Kali Lipat, ATSI Keberatan
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026