- Kementerian Kominfo dan BNPT melatih 283 Duta Damai menjadi Penyuluh Informasi Publik untuk perluasan akses informasi pemerintah.
- Pelatihan yang digelar hybrid di Yogyakarta ini membekali peserta pemahaman isu strategis, termasuk PP Tunas perlindungan anak.
- Kolaborasi lintas kementerian ini bertujuan memperkuat komunikasi publik menjangkau daerah terpencil dan perbatasan Indonesia.
Suara.com - Upaya memperluas akses informasi publik di era digital terus diperkuat pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital menggandeng para Duta Damai BNPT untuk menjadi Penyuluh Informasi Publik (PIP), yang akan berperan sebagai mitra strategis komunikasi pemerintah di berbagai daerah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi resmi pemerintah sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan.
“Persoalan kebangsaan akan lebih mudah dihadapi jika dikerjakan bersama. Kolaborasi akan memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas komunikasi publik terkait program prioritas pemerintah,” ujar Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi.
Ratusan Duta Damai Ikut Pelatihan Komunikasi Publik
Program ini diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis Sarana Pelatihan dan Apresiasi (SAPA) PIP 2026 yang digelar secara hybrid di Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 283 Duta Damai dari 19 provinsi di Indonesia.
Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan komunikasi publik digital, termasuk penggunaan sistem pelaporan informasi dan pemahaman terhadap isu strategis pemerintah.
Menurut Fifi, salah satu isu penting yang menjadi fokus edukasi publik adalah kebijakan PP Tunas, yang bertujuan melindungi anak-anak di ruang digital.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,” jelasnya dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, ada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai ketika anak terlalu dini menggunakan media sosial, mulai dari kecanduan digital, penyalahgunaan data pribadi, hingga gangguan konsentrasi akibat paparan konten berlebihan.
Baca Juga: Nuon Telkom Gaspol Bangun Ekosistem Digital Indonesia, Targetkan Pasar 12 Miliar Dolar AS
“Prinsipnya bukan melarang anak mengakses digital, tetapi menunggu hingga anak siap secara usia, fisik, dan mental,” kata Fifi.
Komdigi dan BNPT Perkuat Sinergi
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk memperkuat kolaborasi komunikasi publik.
“Kami di BNPT akan selalu siap bersinergi dengan Komdigi dalam penguatan komunikasi publik, terlebih untuk menyukseskan program prioritas pemerintah,” ujar Sudaryanto, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT.
Selain BNPT, program Penyuluh Informasi Publik juga melibatkan berbagai kementerian lain seperti Kementerian Agama Republik Indonesia serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Kolaborasi lintas kementerian ini bertujuan memastikan informasi pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara langsung, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Berita Terkait
-
Komdigi Ungkap Alasan Kuota Internet Hangus Tak Bisa Rollover, Beberkan Dampaknya ke Pelanggan
-
Komdigi Kirim Bantuan Starlink ke Wilayah Bencana Aceh, Pemulihan BTS Terus Dipercepat
-
Komdigi Temukan Situs Coretax Palsu, Mirip Buatan DJP Kemenkeu
-
Komdigi Bidik 60.000 Orang Melek Digital, Lindungi Anak dari Konten Negatif Internet
-
Wikipedia hingga ChatGPT Terancam "Kiamat Internet", Koalisi Damai Desak Komdigi Cabut Aturan PSE
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Galaxy S26 Series Hadirkan HP Multi-AI: Gemini, Perplexity, dan Galaxy AI dalam Satu Genggaman
-
realme 16 5G Debut dengan Selfie Mirror, Tren Baru Foto Selfie Pakai Kamera Belakang
-
Vivo X300 Max Diam-Diam Muncul di MWC 2026, Pakai Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa 7.000 mAh
-
Huawei Mate X7 Resmi di Indonesia, HP Lipat Super Tipis dengan Kamera Canggih, Harga Rp27 Juta
-
Fortnite Kembali ke Android: Akhir Drama Epic vs Google di Play Store!
-
Nubia Neo 5 GT Bersiap ke Indonesia, Andalkan Dimensity 7400 dan Layar 144 Hz
-
67 Kode Redeem FF Terbaru 6 Maret: Sikat M1014 Scorpio, Diamond, dan Hadiah Ramadan
-
Berapa Harga MacBook Neo di Indonesia? Laptop Termurah Apple Akhirnya Rilis
-
32 Kode Redeem FC Mobile 5 Maret 2026: Panen 15 Ribu Gems dan Legenda Gratis
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Terbaik dan Terbaru Maret 2026, mulai Rp1 Jutaan