Suara.com - Aksi protes besar-besaran terjadi di seluruh Australia pada Minggu (24/8/2025), menuntut agar pemerintah Australia memberikan sanksi kepada Israel yang terus-menerus menggempur wilayah Gaza di Palestina.
Aksi ini dipicu oleh serangan Perdana Menteri (PM) Israel terhadap PM Australia yang dilakukan setelah Pemerintah Australia mengakui keberadaan negara Palestina.
[ANTARA/REUTERS/Rinto A Navis/Fahrul Marwansyah/Suwanti]
Komentar
Berita Terkait
-
Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aldi Taher Akhirnya Klarifikasi! Jargon "Semua Milik Allah" Disentil Ustaz, Ini Penjelasannya
-
Jakarta Tempati Peringkat 17 Dunia dalam Transportasi Umum Terbaik
-
Disiram Air saat Antre Burger Viral, Reaksi Aldi Taher di Luar Dugaan!
-
KPK Amankan Uang Rp 335,4 Juta dan Sepatu LV dari OTT Tulungagung
-
SUARA PUBLIK: Daftar SIM Card Pakai Wajah, Solusi Keamanan atau Beban Baru?
-
Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan
-
Senyum Semringah, Inilah Aksi Pak Tarno Tunjukkan Sulapnya
-
Jualan Pakai Kursi Roda, Pak Tarno Jawab Kekhawatiran Netizen Soal Kondisinya saat Ini
-
Trump Minta Bagian Tarif Kapal di Selat Hormuz, Picu Sorotan Global!
-
Viral Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran saat Perang