Magnet suporter
Pemerintah Qatar tentu menyadari posisi Souq Waqif sebagai destinasi wisata penting di wilayahnya, oleh karena itu panitia lokal Piala Dunia 2022, Supreme Committee (SC), memilih pasar tradisional itu sebagai salah satu titik penting penyelenggaraan pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
Di Souq Waqif, terdapat sentra bus antar-jemput yang bisa mengangkut para suporter ke seluruh stadion lokasi pertandingan setiap harinya.
Keberadaan sentra bus antar-jemput itu praktis membuat Souq Waqif menjadi magnet para suporter untuk menghabiskan waktu selama Piala Dunia 2022, sembari menunggu waktu sepak mula pertandingan tim-tim yang mereka dukung.
Bahkan Souq Waqif juga kerap menjadi tujuan bagi para suporter sepulang dari pertandingan merayakan kemenangan atau menghanyutkan hasil yang mengecewakan, mengingat lokasi itu beroperasi 24 jam penuh selama Piala Dunia 2022.
"Lebih menyenangkan menghabiskan waktu di sini, kami bisa melakukan banyak hal sebelum pergi menonton pertandingan," kata Leo seorang suporter asal Kroasia yang menghabiskan waktu di Souq Waqif pada Jumat (9/12) sebelum timnya menyisihkan Brazil di malam harinya.
Leo dan para suporter lainnya memang punya banyak pilihan aktivitas selama di Souq Waqif baik itu menyantap makanan khas Qatar, duduk-duduk menghisap shisha beraneka rasa, maupun berkeliling mencari pernak-pernik khas lokal bertema Piala Dunia.
Di antara pernak-pernik itu terdapat setidaknya dua hal yang jadi pemandangan umum di Qatar selama Piala Dunia, yakni gamis beraksen jersey dan ghuthra bendera negara-negara peserta. Ghuthra adalah penutup kepala yang biasanya dipakai dengan tali melingkar sebagai penahan bernama agal.
Para pedagang di Souq Waqif menjajakan gamis beraksen jersey dengan harga awal 130 riyal Qatar (sekira Rp560 ribu), sedangkan ghuthra dipatok seharga 90 riyal Qatar (sekira Rp387 ribu). Tentunya karena Souq Waqif adalah sebuah pasar tradisional, Anda disarankan untuk melakukan proses tawar menawar harga.
Baca Juga: Dipimpin Pastor, Pemakaman Remy Sylado Penuh Haru dan Khidmat
Apabila Anda tengah menyiapkan kepulangan dari Qatar dan hendak mencari oleh-oleh perintilan kecil, terdapat magnet dengan beragam aksen khas lokal yang ditawarkan pedagang mulai dari harga 10 riyal Qatar (sekira Rp43 ribu).
Apapun yang Anda cari, baik sekadar menghabiskan waktu, mengisi perut, berbelanja karena titipan, ataupun sekadar menikmati lorong-lorong bangunan tradisional khas Timur Tengah, Souq Waqif selalu jadi pilihan baik di jantung kota Doha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara