Suara.com - Defisit perdagangan Jepang pada Februari melebar menjadi 3,5 persen dibandingkan dengan tahun lalu menjadi 7,9 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp90 triliun. Defisit itu sudah terjadi dalam 20 bulan beruntun. Defisit yang dialami Jepang itu merupakan yang terpanjang dalam tiga dekade terakhir.
Padahal, analis memprediksi defisit yang dialami Jepang hanya di kisaran 595 miliar yen. Pada Februari, ekspor meningkat 9,8 persen menjadi 5,8 triliun yen yang dipicu oleh pengapalan ke luar negeri untuk produk otomotif dan plastik.
Sementara itu, impor juga meningkat 9 persen menjadi 6,6 triliun yen dipicu oleh pembelian gas alam cair dan peralatan elektronik. Impor energi juga naik setelah pembangkit tenaga nuklir di Fukushima ditutup pada 2011, yang menyalurkan sepertiga kebutuhan energi Jepang.
Penurunan nilai tukar yang sebenarnya merupakan hal yang positif bagi eksportir juga telah meningkatkan biaya untuk mengimpor minyak dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional. (AFP/Bloomberg)
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia vs Jepang, Ujian Kelayakan Lolos Piala Dunia 2030
-
Sagu Papua Go International! Begini Strategi Japamo Maksimalkan Dukungan BRI
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta
-
Respons Berkelas John Herdman Usai Timnas Indonesia Masuk Grup F
-
Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Ranking FIFA Timnas Indonesia Kalah Jauh dari Jepang hingga Qatar
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri