Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) tahun 2013 tidak membayar dividen kepada semua pemegang saham, termasuk kepada perusahaan induk PTFI dan Pemerintah RI.
Vice President, Corporate Communications PTFI Daisy Primayanti dalam siaran pers, Sabtu (29/3/2014) menyatakan, hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain volume penjualan tembaga dan emas yang lebih rendah karena kadar biji yang rendah.
Selain itu, gangguan operasi tambang, penurunan harga komoditas global, dan penggunaan arus kas untuk investasi sekitar 1 miliar dolar Amerika guna mendukung pengembangan tambang bawah tanah yang pada tahun 2017 dan selanjutnya akan menjadi tumpuan kegiatan penambangan PTFI.
Ia menjelaskan, proyek tambang bawah tanah ini akan menelan biaya investasi signifikan sekitar 15 miliar dolar AS selama sisa umur tambang. Selain itu arus kas juga digunakan untuk menjaga kelanjutan tingkat produksi saat ini.
"Meskipun tidak ada dividen yang dibayarkan selama tahun 2013, PTFI telah melakukan pembayaran kepada Pemerintah RI dalam bentuk pajak dan royalti sebesar sekitar 500 juta dolar AS atau setara dengan Rp5,6 trilliun (dengan nilai tukar sekarang)," urainya.
Jumlah manfaat yang diterima oleh Pemerintah Indonesia dari tahun 1992 sampai tahun 2013, sesuai dengan Kontrak Karya tahun 1991, telah mencapai 15,2 miliar dolar Amerika yang terdiri dari Pajak Penghasilan Badan 9,4 miliar dolar Amerika (sekitar 60 persen dari total kontribusi PTFI kepada Pemerintah), pajak penghasilan karyawan, regional, dan pajak pajak lainnya 3,0 miliar dolar Amerika, royalti 1,5 miliar dolar Amerika, dan dividen 1,3 miliar dolar Amerika.
Berita Terkait
-
Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Saham-saham yang Cairkan Dividen Januari 2026
-
ADRO Tetapkan Kurs Konversi Dividen Interim 2025, Investor Terima Duit Jumbo
-
Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan