Suara.com - Laporan yang dibuat INDEF ((Institute for Development of Economics and Finance) melaporkan bahwa terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) dari 117 pada tahun 2004 menjadi 107 pada tahun 2013. Namun, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pangan dan Energi Harianto membantah laporan INDEF tersebut.
Menurut dia, data NTP yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik memberikan gambaran berlawanan dari kesimpulan studi yang dilakukan Indef. Menurut BPS, data NTP tahun 2004 menunjukkan angka 102,88 dan pada tahun 2012 NTP mencapai 105,7.
“Jika hanya diambil dalam dua tahun tersebut tentu saja tidak terjadi penurunan NTP. Bahkan apabila dihitung kecenderungan selama 2004-2013 terjadi rata-rata peningkatan 1,34 persen,” kata Harianto, seperti dilansir laman Indonesia.go.id, Sabtu (5/4/2014).
Kata Harianto, selama pemerintahan SBY, NTP hampir selalu di atas 100 kecuali tahun 2009, pada saat harga-harga di tingkat eceran atau konsumen meningkat akibat dari kenaikan harga BBM, dan sebagai dampak ekskalasi harga pangan dunia pada tahun 2008. Peningkatan harga ini tidak hanya ditanggung oleh petani tetapi oleh konsumen secara luas.
“Apabila dicermati bahwa IT adalah harga yang diterima petani, sedangkan IB adalah harga yang dibayar petani, maka NTP dapat saja turun meskipun harga yang diterima petani meningkat. Hal ini terjadi bila harga yang diterima petani untuk produknya meningkat, tetapi peningkatan ini masih kalah cepat dengan peningkatan harga-harga pangan di tingkat konsumen. Nilai IT pada tahun 2009 adalah 119.92, sedangkan nilai IB pada tahun yang sama adalah 119,89. Akibatnya, pada tahun 2009, nilai NTP turun menjadi 99,85,” jelasnya.
Pemerintahan SBY, lanjut Harianto, secara konsisten berupaya menekan komponen indeks harga yang dibayar petani (IB) terutama indeks kelompok non faktor produksi dan kelompok upah. Upaya ini dilakukan melalui berbagai cara seperti pemberian subsidi dan pemberian kredit berbunga rendah. Harapannya agar perubahan IB tidak lagi secepat perubahan IT sehingga nilai NTP dapat meningkat terus setiap tahunnya.
Upaya tersebut memberikan hasil dengan bukti bahwa sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2013, trend NTP selalu meningkat setiap tahunnya. NTP tahun 2010 sebesar 101,77, NTP 2011 sebesar 104,58 dan NTP tahun 2012 sebesar 105,7.
Berita Terkait
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Refleksi Satu Tahun MBG: Dari Intervensi Gizi Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
-
Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum
-
SBY: Penanganan Bencana Tidak Segampang yang Dibayangkan, Perlu Master Plan yang Utuh
-
Terpopuler: Beda Cara SBY vs Prabowo Tangani Banjir, Medali Emas Indonesia Cetak Rekor
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara
-
Pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiah Rampung, Bisa Dihuni Korban Banjir
-
Diizinkan DPR, Purbaya Bakal Cawe-cawe Pantau Anggaran Kementerian-Lembaga 2026
-
Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum Tahun 2026 Menurut AI