Suara.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang juga Ketua Komite Privatisasi belum tahu rencana penjualan Bank Tabungan Negara kepada Bank Mandiri. Hatta justru merasa kaget ketika membaca di sosial media sudah banyak komentar yang menolak penjualan BTN kepada Bank Mandiri. Menurut dia, Kantor Menko Perekonomian sama sekali belum pernah membahas rencana penjualan Bank Tabungan Negara kepada Bank Mandiri.
“Saya tidak pernah dapat laporan, saya tidak tahu, saya juga baru tahu dari media, tidak pernah ada pembahasan. Untuk privatisasi, Menko Perekonomian sebagai ketua komite privatisasi, misalkan kalau ada yang mau IPO atau pelepasan saham itu kan melalui rapat koordinasi, kita bahas dulu, ada Menteri Keuangan, ada menteri teknisnya, ada menteri BUMN-nya ada menkonya, rapat para pemegang saham baru kemudian naik ke Komite Privatisasi, sampai saat ini belum ada pembahasan,” kata Hatta usai menandatangani perjanjian kerja sama antara Bank Indonesia, Kantor Menko Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri dalam mengatasi inflasi di Gedung Bank Indonesia, Senin (21/4/2014).
Kemarin, sekitar 1.000 orang karyawan PT Bank Tabungan Negara yang tergabung dalam Serikat Pekerja BTN melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana Pemerintah yang akan mengalihkan saham perusahaan itu kepada PT Bank Mandiri.
Pengunjuk rasa mengenakan seragam berwarna hitam dan mengenakan ikat kepala bertuliskan “Tolak Akuisisi BTN”. Ketua SP BTN Satya Wijayantara dalam orasinya mengatakan, seluruh karyawan BTN siap menolak akuisisi BTN.
“Tolak Akuisisi BTN, kembalikan BTN pada rakyat. Karena BTN milik rakyat,” ucap Satya.
Sementara mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan, tidak benar dan tidak ada alasan kalau BTN diambilalih Bank Mandiri. Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Bank Mandiri Tbk siap mengambilalih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk yang akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada 21 Mei 2014.
“BTN selanjutnya dijadikan sebagai anak usaha yang khusus menangani penyediaan rumah bagi masyarakat,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Kantor PT ReIndo (Persero), Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Namun menurut Dahlan, pola pengambialihan pelepasan saham BTN sebesar 60,14 persen masih belum diputuskan karena harus melalui serangkaian kajian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun
-
Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik
-
PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM
-
Kemendag Keluarkan Regulasi Baru terkait Perdagangan Karet Alam
-
Airlangga Ungkap Isi Aturan DHE SDA, Devisa Ekspor Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Wakil Dirut Pertamina: Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi
-
Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Seret Rupiah Semakin Melemah
-
Pertamina Goes To Campus 2026 Resmi Dibuka, Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Merangkak Naik, Beras hingga Telur Justru Turun