Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) menjadikan angkutan umum sebagai prioritas utama untuk mengisi bbm subsidi seperti premium dan solar. Ini menyusul keputusan BPH Migas yang mengurangi kuota bbm subsidi di Jakarta dari 2.213.720 kilo liter pada 2013 menjadi 2.168.085 kilo liter untuk premium dan jatah solar subsidi, dari 905.316 kilo liter di 2013 menjadi hanya 787.211 kilo liter di 2014.
Anggota BPH Migas Ibrahim Hasyim mengatakan, pengurangan bbm subsidi di Jakarta dilakukan karena warga Jakarta mempunyai banyak alternatif bahan bakar minyak. Menurut dia, pemilik kendaraan pribadi bisa menggunakan bahan bakar gas atau bbm non subsidi apabila kuota bbm subsidi sudah habis.
“Kebijakan kami tahun ini memang memprioritaskan bbm subsidi untuk daerah di luar Jawa. Seperti Sumatera dan Kalimantan, juga Maluku dan Papua. Mereka lebih membutuhkan karena adanya daerah otonom baru. Selain itu, di luar Jawa juga sulit menemukan bbm alternatif,” kata Ibrahim kepada suara.com melalui sambungan telepon, Senin (5/5/2014).
Ibrahim menambahkan, tahun ini, pemerintah menetapkan kuoata BBM subsidi sebanyak 48 juta kiloliter. Dari jumlah itu, sebagian besar akan dialokasikan ke luar pulau Jawa. Namun, Ibrahim tidak merinci berapa banyak alokasi bbm subsidi untuk pulau Jawa.
Ibrahim menambahkan, angkutan umum di DKI Jakarta sudah mempunyai log alias daftar sehingga kebutuhan konsumsi bbm subsidi sudah bisa diprediksi. Sedangkan, angkutan umum seperti bus TransJakarta sudah menggunakan bahan bakar gas.
Berita Terkait
-
Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan
-
Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?
-
BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi
-
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI