Suara.com - Saham-saham di Wall Street turun pada awal perdagangan Senin (5/5/2014) karena terseret oleh meningkatnya ketegangan di Ukraina yang kini di ambang perang sipil dan data manufaktur mengecewakan dari Cina.
Setelah satu jam perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 59,81 poin (0,36 persen) menjadi 16.453,08.
Indeks berbasis luas S&P 500 turun 4,51 poin (0,24 persen) menjadi 1.876,63, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 34,39 poin (0,83 persen) menjadi 4.089,51.
Selama akhir pekan, bentrokan antara kelompok separatis pro-Rusia dan loyalis Ukraina memanas di Ukraina timur dan "memicu kekhawatiran tentang prospek perang saudara," kata Patrick O'Hare dari Briefing.com.
"Kekhawatiran mereka dan kekhawatiran tentang potensi dampak spillover, telah menekan pasar Eropa hari ini dan telah membantu mengerahkan beberapa tekanan turun di Wall Street," katanya.
Perkiraan manufaktur di Cina juga memperburuk sentiment pasar, merujuk rilis HSBC. Sektor ini kontraksi untuk empat bulan berturut-turut pada April, kata para analis.
Anggota Dow, Pfizer, merosot 2,2 persen setelah laba kuartal pertamanya mengalahkan perkiraan Wall Street tetapi penjualannya mengecewakan. Perusahaan farmasi terbesar di AS itu mengatakan akan terus berupaya untuk pengambilalihan perusahaan sainggannya dari Inggris, AstraZeneca, yang menolak kenaikan tawarannya pada Jumat pekan lalu.
Raksasa ritel Target mengumumkan bahwa kepala eksekutif Gregg Steinhafel mengundurkan diri, hampir lima bulan setelah peretas (hacker) mencuri data 100 juta lebih pelanggan potensialnya. (AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera