Suara.com - Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen mengatakan, perekonomian Amerika berhasil bangkit setelah melalui musim dingin buruk beberapa waktu lalu.
Namun, Janet mengingatkan, ancaman masih tetap akan muncul dari krisis di Ukraina dan pertumbuhan sektor property yang melambat. Dalam keterangan kepada kongres, Janet mengungkapkan, perekonomian Amerika berada di jalur yang tepat di kuartal kedua.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Amerika hampir menembus angka 0 ketika terjadi musim dingin. Akan tetapi, Janet menegaskan, sektor properti yang masih belum pulih serta angka pengangguran yang masih cukup tinggi membuat perekonomian Amerika masih perlu dukungan moneter, termasuk menjaga suku bunga tetap di posisi rendah.
Selain itu, Janet juga mengingatkan seputar krisis yang terjadi di Ukraina yang mempengaruhi pasar keuangan dan juga perekonomian di negara berkembang.
Ia juga menegaskan, kebijakan yang diambil Bank Sentral Amerika tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar.
“Dengan musim dingin yang telah berlalu, sejumlah indikator memperlihatkan terjadi pembalikan arah dalam pengeluaran dan produksi juga telah berjalan. Pasar juga telah meningkat namun belum berada di titik yang memuaskan,” kata Janet. (AFP/CNA)
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
IHSG Trading Halt Lagi, BEI Bekukan Sementara Pasar Modal
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai hingga Bawang Merah Terkoreksi Jelang Akhir Januari 2026
-
Rupiah Melemah Tersengat IHSG yang Anjlok, Dolar AS Jadi Kuat ke Level Rp16.788
-
Setelah MSCI, Goldman Sachs Perburuk Kondisi Pasar Modal RI
-
Danantara Incar Laba BUMN Rp 350 Triliun di 2026
-
Ekonomi Indonesia Bakal Meroket, Bos BI Minta Pengusaha Berhenti Wait and See
-
IHSG Masih Nyaman Turun di Kamis Pagi, Balik ke Level 7.800
-
OJK Temukan Dugaan Penyaluran Dana Fiktif di PT Crowde Membangun Bangsa
-
IHSG Anjlok, Bos BEI Minta Danantara Masuk Cepat ke Pasar Modal?
-
Benarkah Tembakau Alternatif jadi Jalan Keluar Kebiasaan Merokok?