Suara.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono akhirnya memberi penjelasan tentang melonjaknya dana talangan atau “bailout” yang diberikan pemerintah kepada Bank Century. Menurut Boediono, Bank Indonesia mengajukan dana sebesar Rp632 miliar untuk menyelamatkan Bank Century. Namun, dana tersebut melonjak menjadi Rp6,7 triliun ketika Bank Century sudah diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
Menurut dia, lonjakan dana yang diperlukan untuk menyelamatkan Bank Century merupakan keputusan pengawas perbankan di LPS. Kata dia, Bank Indonesia hanya memberikan data awal tentang keperluan dana yang diperlukan Bank Century.
“LPS lah yang menentukan apa kebutuhan Bank itu dari bulan ini ke bulan berikutnya, pada tingkat itulah yang dilaksanakan. Kalau sudah pada tingkat LPS, antara bank dengan pengawas itu saja, begitu juga apabila ada bank lain yang masuk pengawasan hanya antara pengawas dengan bank itu saja,” kata Boediono di Gedung Pengadilan Tipikor, Jumat (9/5/2014).
Boediono menambahkan, dia mendapatkan data tentang dana yang diperlukan untuk menyelamatkan Bank Century dari Deputi Gubernur Muliaman Hadad. Dia tidak memeriksa lagi soal jumlah dana itu karena sudah memberikan kepercayaan penuh kepada koleganya itu.
“Saya percaya kepada anak buah, maaf bukan anak buah tetapi kolega, Gubernur tidak punya anak buah dan kolega ini independen beliau yang tahu bidangnya, apa yang disodorkan saya percaya itu benar,” ungkap Boediono.
Boediono menjadi saksi atas terdakwa mantan Deputi Gubernur BI Bud Mulya dalam kasus dugaan korupsi Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penentuan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan juga mantan Wapres Jusuf Kalla sudah bersaksi di Pengadilan Tipikor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?
-
Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun
-
Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade
-
Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia
-
Emas Antam Hari Ini Harganya Lebih Murah, Dipatok Rp 2,85 Juta/Gram
-
IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh
-
Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar