Suara.com - Keterlambatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dipastikan akan merugikan keuangan negara hingga Rp3 triliun per tahun. Pemerintah pusat didesak untuk segera mewujudkan proyek tersebut sesuai perencanaan. Penugasan Hutama Karya (HK) sebagai anak usaha Badan Usaha Milik Negara menjadi satu-satunya langkah untuk meminimalisasi potensi kerugian tersebut.
“Dengan tidak menugaskan HK sekarang, maka proyek JTTS akan tertunda lebih lanjut yang membuatnya rentan terhadap kenaikan biaya konstruksi dan harga tanah yang diestimasi mencapai Rp 3 triliun per tahun,” ujar Pengamat Pembangunan Nasional Syahrial Loetan, dalam siaran pers yang diterima suara.com, Minggu (11/5/2014).
Angka itu, kata dia, diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai sumber, mengasumsikan terjadinya kenaikan total 10-12% atas biaya konstruksi dan pembebasan lahan. Sehingga potensi kerugian negara bakal membengkak jika implementasi proyek itu tertunda-tunda.
Kata dia, JTTS merupakan proyek yang strategis walapun tidak layal finansial namun secara ekonomi sudah layak. Apalagi, pemerintah tidak mempunyai sumber dana yang cukup untuk sepenuhnya mendanai proyek JTTS.
Menurut dia, dari semua BUMN yang 100% dimiliki pemerintah dan memenuhi syarat-syarat untuk penugasan, HK mempunyai kapasitas teknis dan finansial terkuat.
“Intinya, Ppnugasan HK merupakan langkah strategis untuk menurunkan potensi kerugian negara,” ucap Syahrial.
Syahrial menambahkan, pembangunan JTTS paling tidak memiliki 4 manfaat penting. Pertama, peningkatan nominal Produk Domestik Bruto (PDB) dengan efek multiplier 2–3, peningkatan PDB diestimasi mencapai Rp 600-900 triliun. Bahkan efek jangka panjangnya diperkirakan lebih tinggi. Angka ini didasarkan pada analisis dengan internasional benchmark.
Kedua, menciptakan lapangan kerja sebanyak 70.000–120.000 dari aktivitas ekonomi. Ketiga, penghematan waktu untuk menempuh 23 ruas Trans Sumatera dengan jalan tol dibandingkan dengan jalan arteri, hanya membutuhkan waktu selama 53 jam. Keuntungan keempat adalah peningkatan pendapatan pajak negara dengan bertambahnya aktivitas ekonomi di sepanjang koridor jalan tol serta penurunan biaya logistik.
Tag
Berita Terkait
-
Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan PT Sanitarindo, KPK Lanjutkan Proses Sidang Korupsi JTTS
-
Kasus Korupsi Jalan Tol Trans Sumatera, Legalitas Lahan Kini Diusut KPK
-
KPK Ungkap Korupsi JTTS Direncanakan Bintang Perbowo Jauh Sebelum Jadi Bos Hutama Karya
-
KPK Bongkar Akal Bulus Korupsi Tol Trans Sumatera: Lahan 'Digoreng' Dulu, Negara Tekor Rp205 M
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!
-
Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah
-
Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor
-
Kemenko Perekonomian Ingatkan Penyusunan Aturan IHT Harus Seimbang
-
FTSE Tendang 8 Saham IHSG dari Indeks Global Equity, Ada DSSA, NCKL Hingga GOTO
-
Bos Danantara Bawa Oleh-oleh dari Prancis, Dapat Bisnis Baru?
-
Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
-
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi
-
Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850
-
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!