Suara.com - Dana pembebasan lahan jalan bebas hambatan atau tol di Provinsi Lampung pada tahun ini sekitar Rp365 miliar.
"Dana untuk pembayaran ganti rugi telah disiapkan sebesar itu di Kementerian Pekerjaan Umum," kata Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung Ali Rahman, di Bandarlampung, Kamis (22/5/2014).
Ia menyebutkan jalan tol sepanjang 150 kilometer mulai dari Bakauheni Lampung Selatan hingga Terbanggi Besar, Lampung Tengah trase definitifnya telah ditandatangani oleh Gubernur Lampung.
Pihaknya telah membentuk tiga tim yang diketuai oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung untuk pembebasan lahan tersebut. Ia mengharapkan pembebasan lahan itu rampung pada tahun ini sehingga pelaksanaan fisik pembangunan jalan tol dapat dilaksanakan pada 2015.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan segera menyosialisasikan pembangunan jalan bebas hambatan atau tol pada tahun ini.
"Selain sosialisasi kita akan melakukan pembebasan lahan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kecamatan Bakauheni sampai Natar ," kata Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza SZP.
Ia mengatakan, sosialisasi itu dilakukan karena sudah ada kepastian tahun 2014 ini akan mulai melakukan sosialisasi sekaligus melakukan pembebasan lahan jalan tol itu.
Menurut Rycko, meski pembangunan jalan tol tersebut merupakan wewenang pusat, namun pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sangat mendukung untuk kemajuan daerah.
"Ini bukan tanggung jawab kita, pemerintah pusat melalui perwakilan di Provinsi Lampung yang menyampaikan," kata Rycko.
Ia menjelaskan, dengan ada jalan tol ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian di Provinsi Lampung dan arus distribusi barang akan semakin lancar.
Rycko menambahkan, selain peningkatan ekonomi dipastikan akan berimbas pada pembangunan-pembangunan sektor lain. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Transformasi Jasa Marga Kian Agresif, Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan dan Pengalaman Pelanggan
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya
-
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi