Suara.com - Bank Pembangunan Asia (ADB) bertekad memperbanyak investasi dan inovasi yang dapat meningkatkan jumlah pemberdayaan sumber energi bersih di negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik.
"Negara-negara Asia berkembang adalah tempat dari sebagian besar warga dunia yang minim mendapatkan energi," kata Wakil Presiden ADB Bindu Lohani.
Bindu Lohani mengungkapkan, secara global masih terdapat lebih dari 600 juta orang tanpa akses listrik dan sekitar 1,8 miliar orang yang masih menggunakan bahan bakar seperti dari kayu bakar dan batu bara.
Bahan bakar itu, ujar dia, masih kerap digunakan banyak warga untuk memasak dan memanaskan tempat tinggal mereka.
ADB juga menggelar Forum Energi Bersih Asia ke-9 yang dibuka pada 18 Juni 2014 ini, yang bertujuan guna memobilisasi investasi dan menemukan cara-cara inovatif untuk membawa energi modern yang bersih.
"Kita dapat mengatasi kekurangan energi melalui energi berkelanjutan dan rendah karbon," tuturnya.
Berdasarkan data ADB, kebutuhan energi Asia terus meningkat dari 34 persen penggunaan energi primer global pada 2010 yang diperkirakan bakal menjadi sebesar 56 persen pada 2035.
Selain itu, Lembaga Energi Internasional (International Energy Agency) memperkirakan bahwa Asia dan Pasifik membutuhkan investasi lebih dari 200 miliar dolar Amerika untuk memenuhi akses energi pada 2030.
Sedangkan pada 2013, ADB telah menginvestasikan sebesar 2,3 miliar dolar Amerika untuk pengembangan energi bersih dan berkomitmen untuk meneruskan investasi setidaknya sebesar 2 miliar dolar Amerika per tahun. (Antara)
Berita Terkait
-
Trump Turunkan Prioritas Energi Bersih: Apakah Proyek CCS Indonesia Terpengaruh?
-
Energi Bersih Bukan Mimpi, Inovasi 95 Tahun Ini Buktinya
-
DPD RI Dorong Sinergi Lokal-Global, Perkuat NTB Sebagai Etalase Pariwisata dan Energi Bersih
-
Emiten CGAS Torehkan Laba Bersih Rp 9,89 Miliar Hingga Kuartal III-2025
-
IESR Nilai SNDC Indonesia Tak Selaras dengan Ambisi Energi Terbarukan Prabowo, Kenapa?
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab