Suara.com - Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Rating menyebutkan, isu kunci bagi Indonesia dalam menjaga peringkat kredit utang dalam 6-12 bulan ke depan adalah kebijakanPresiden dan Wakil Presiden terpilih untuk memprioritaskan stabilisasi ekonomi dan juga keberlanjutan.
Fitch menilai, fokus jangka panjang akan berubah menjadi pertanyaan apakah pemerintahan baru bisa melalui reformasi struktural dan juga mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Upaya Bank Indonesia dan pemerintah melakukan kebijakan uang ketat memberikan ruang bagi nilai tukar untuk lebih fleksibel. Defisit perdagangan juga turun pada Mei 2014, cadangan devisa naik 8,3 persen. Memperketat kebijakan moneter juga mengekang inflasi dan memperlambat pertumbuhan kredit,” kata Fitch dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Kamis (10/7/2014).
Fitch menilai, dua kandidat calon presiden dan wakil presiden tidak punya rencana untuk mengarahkan ulang kebijakan ekonomi di jangka pendek. Padahal, stabilitas mempunyai peranan penting dalam manajemen kebijakan ekonomi dari profil utang.
Fitch optimistis, Indonesia bisa terhindar dari gejolak yang tidak diinginkan apabila melakukan prioritas dalam stabilisasi ekonomi untuk jangka pendek. Fitch menganggap Indonesia masih rentan terhadap tekanan eksternal yang mengacu pada defisit neraca perdagangan 2012 yang disebabkan oleh pelonggaran kebijakan ekonomi.
“Efek dari pelemahan rupiah terhadap biaya impor minyak telah membuat pemerintah merevisi defisit anggaran di APBN dari 1,7 persen menjadi 2,4 persen. Target itu tidak akan tercapai apabila pemerintah tidak menaikkan harga BBM,” kata Fitch.
Selain itu, Fitch juga menilai pentingnya tren pertumbuhan yang terus meningkat untuk profil kredit. Caranya melalui reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, termasuk meningkatkan kondisi bisnis dengan memangkas birokrasi.
Tag
Berita Terkait
-
Bahlil Usai Kunjungan ke Rusia, Harga BBM Dipastikan Tak Naik Sampai Akhir 2026
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Gus Miftah Puji Diplomasi Prabowo di Tengah Panas Selat Hormuz: Makanya BBM Tidak Naik!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kemenperin: Industri Jamin Stok Plastik Aman
-
Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?
-
Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"
-
Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil
-
14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan
-
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli
-
Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini